Jurusan PAI Kembali Gelar Seminar Internasional di Bolsel

 

 

Seminar Internasional “Transformasi Pendidikan di Asia Tenggara” telah dilaksanakan oleh Jurusan PAI Kerjasama dengan MTsN 3 Bolaangmongondow Selatan Provinsi Sulawesi Utara
Selasa, 31 Oktober s.d. 1 November 2023. MTsN 3 Bolsel menjadi tempat penyelenggaraan kegiatan seminar internasional kali ini selain melebarkan kerjasama lintas institusi juga sebagai pembuktian bahwa madrasah di daerah mampu dan berani bahkan mandiri menjadi tuan rumah pada event yang bertajuk “Transformasi Pendidikan di Asia Tenggara”.

Seminar internasional ini diadakan untuk membahas tantangan dan perkembangan dalam bidang pendidikan di Asia Tenggara. Para pembicara terkemuka dari berbagai negara di kawasan Asia Tenggara telah memberikan pandangan dan wawasannya mengenai transformasi pendidikan yang sedang terjadi. Topik-topik yang dibahas termasuk inovasi pendidikan, teknologi dalam pembelajaran, dan upaya meningkatkan mutu pendidikan di kawasan Asia Tenggara termasuk pendidikan di daerah tersebut.

Ketua Jurusan dalam sambutannya menyampaikan bahwa transformasi pendidikan di Asia Tenggara khususnya di daerah ini bisa terjadi dengan kemauan yang kuat dari semua unsur yang berkepentingan maupun pemerintah selalu pengambil kebijakan. Kegiatan kali ini adalah contohnya karena kepala madrasah berani menerima tantangan untuk menjadi tuan rumah dan memiliki kemandirian yang kuat dalam berinovasi dan berkreasi sehingga bisa menjadi modal dasar dalam proses transformasi pendidikan.

Kegiatan ini dibuka oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan Drs. H. Nasri Sakamole, M.S.I.. yang mengikuti kegiatan ini hingga akhir. Dalam sambutannya Kakan Kemenag Bolsel menyampaikan apreasiasi yang setinggi-tingginya dan tak lupa mengucapkan terima kasih atas terselenggaranya kegiatan ini kendati pun hanya direncanakan dalam waktu yang singkat yakni empat hari. Dirinya berharap agar melalui kegiatan semacam ini justru menjadikan diri guru sama-sama hebat.

Adapun Narasumber Seminar Internasional terdiri atas delapan orang yaitu: Dr. Maman A. Majid Binfas (Sastrawan, Budayawan, Dosen Ilmu Pendidikan/Alumni University Kebangsaan Malaysia), Dr. Ahmad Fakhrurrazi (Dosen Universitas Kebangsaan Malaysia). Abi Azman Asfan(Praktisi Pendidikan Islam Malaysia). Dr. Najamuddin Petta Solong, M.Ag. (Ketua Jurusan PAI FITK IAIN Sultan Amai Gorontalo). Dr. H. Rommy Bau, M.Pd.I.(Kepala MAN 1 Kab. Gorontalo). Zulkarnain Hamson, S.Sos. M.Si. Universitas Indonesia Timur (UIT) Makassar. Apolinario Magno, MBA, DBA cand. National University of Timor Leste/Universidade Nacional Timor Lorosa’e (UNTL). dan Rahmat Haluti, M.Pd. Kepala MTs. Negeri 3 Bolaang Mongondow Selatan. Sedangkan Host/Moderator dipandu langsung oleh guru di MTs. Negeri 3 Bolsel yakni Winda Saripi, S.Pd.I. dan M. Nugraha Aditya Wikarta, S.Pd.

Ketua Jurusan PAI menyatakan bahwa materi yang disampaikan oleh narasumber beragam mulai dari menyajikan transformasi pendidikan dari pendekatan budaya, digitalisasi pendidikan pasca covid-19, perubahan kurikulum dan metode pendidikan yang adaptif serta fleksibel dengan kemajuan IPTEK. Bahkan pada sesi pertama terkesan narasumber cenderung mengulas materi yang menggetarkan nalar sehingga berbeda dengan narasumber dari Malaysia pada sesi kedua yang cenderung menggetarkan hati dalam penyajiannya baik secara daring maupun luring.

Misalnya dalam sajiannya Dr. Ahmad Fakhrurrazi menegaskan bahwa taksonomi afektif mesti dijadikan prioritas dalam mewujudkan masa depan pendidikan yang lebih beradab. Baginya ilmu itu penting namun yang lebih penting lagi adalah penghayatan terhadap ilmu agar menjadi dirasakan dan bermanfaat. Sementara itu ketua jurusan PAI menguraikan bahwa pendidikan saat ini mesti ditekankan pada upaya mewujudkan visi dan misi Tuhan yaitu agar manusia menjadi hamba dan Khalifah Allah di bumi. Itulah sebabnya penting diperhatikan dalam kurikulum yang menekankan aspek kebutuhan belajar peserta didik bukan sekedar menyangkut pengembangan bakat dan minat serta potensi intelektual melainkan perlu memenuhi kebutuhan rohaniah peserta didik yaitu iman dan takwa atau merasa bergantung dan membutuhkan Allah.

Kepala MTsN 3 Bolsel, Rahmat Haluti, S.Pd.I., M.Pd. mengungkapkan rasa bangganya atas kepercayaan yang diberikan oleh Jurusan PAI FITK Sultan Amai Gorontalo dalam mengadakan acara ini di Madrasah kami. Ia berharap seminar ini akan menjadi wadah berbagi pengetahuan dan pengalaman yang berharga bagi semua peserta.

Seminar internasional “Transformasi Pendidikan di Asia Tenggara” di MTsN 3 Bolsel berlangsung selama dua hari, mulai tanggal 31 Oktober hingga 01 November 2023. Out put kegiatan ini diharapkan akan dijadikan buku sehingga tidak sekedar mengembangkan tradisi lisan melainkan juga tradisi tulisan. Para peserta yang mengikuti kegiatan ini secara luring berasal dari utusan madrasah yang ada di daerah ini dan secara luring dari berbagai daerah di Indonesia maupun dari luar negeri.

Dalam menghadapi tantangan pendidikan di era globalisasi, seminar ini diharapkan dapat memberikan arah yang jelas dalam mengubah pendidikan di Asia Tenggara menjadi lebih baik dan relevan dengan perkembangan zaman. Semua pihak yang terlibat berharap acara ini akan menjadi langkah awal menuju perubahan positif dalam dunia pendidikan di kawasan Asia Tenggara.