Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) Institut Agama Islam Negeri Sultan Amai Gorontalo melaksanakan Yudisium Sarjana Semester Ganjil Tahun Akademik 2025/2026 pada Senin, 26 Januari 2026, pukul 13.00 WITA. Kegiatan tersebut berlangsung di Ruang Aula Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan dengan khidmat dan tertib.

Yudisium ini dihadiri oleh Wakil Dekan Bidang Akademik, Wakil Dekan Bidang Administrasi Umum, Perencanaan dan Keuangan, Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Kepala Bagian Tata Usaha (Kabag TU), para Ketua dan Sekretaris Jurusan, dosen, serta JFT/JFU/Operator di lingkungan FITK.

Kegiatan diawali dengan sambutan Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Dr. Burhanudin AK. Mantau, yang menyampaikan apresiasi kepada para peserta yudisium atas capaian akademik yang telah diraih serta berpesan agar para lulusan senantiasa menjaga nama baik almamater di tengah masyarakat.

Selanjutnya dilaksanakan prosesi Yudisium Sarjana sebagai penetapan kelulusan mahasiswa Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan. Pada kesempatan tersebut, Dekan FITK, Prof. Dr. H. Arten Mobonggi, M.Pd, dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat kepada para sarjana yang telah menyelesaikan studi. Beliau menegaskan pentingnya integritas, kompetensi, dan tanggung jawab moral lulusan FITK sebagai insan akademik dan pendidik di masyarakat.

Secara khusus, Ketua Jurusan Pendidikan Agama Islam, Rinaldi Datunsolang, M.Pd, menyampaikan apresiasi atas dedikasi dan kerja keras mahasiswa Jurusan Pendidikan Agama Islam yang berhasil menyelesaikan studi. Senada dengan hal tersebut, Sekretaris Jurusan Pendidikan Agama Islam, Nur Wahidah Thayib Pido, M.Pd., turut menyampaikan harapan agar para lulusan mampu mengimplementasikan ilmu yang diperoleh secara profesional dan berakhlak mulia.

Adapun jumlah mahasiswa Jurusan Pendidikan Agama Islam yang diyudisium pada kesempatan ini sebanyak 105 orang. Melalui pelaksanaan yudisium ini, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan berharap para lulusan dapat berkontribusi nyata dalam pengembangan pendidikan Islam dan pembangunan masyarakat secara luas.