Gesika Avelina, mahasiswi Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI), Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, IAIN Sultan Amai Gorontalo, berhasil meraih penghargaan Best Idea Award Bidang Agama pada Lomba Opini Nasional Program Literasi 2045 (Literary Talent & Research Initiative) Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh 2045 Institute.

Penghargaan tersebut diraih melalui karya opini berjudul “Radikalisme Berpikir Sejak Dini: Benteng Anak dari Taklid Buta dan Kekerasan Terselubung”, yang mengangkat pentingnya pendidikan agama yang moderat, penguatan nalar kritis, serta pembentukan karakter peserta didik sejak usia dini sebagai upaya mencegah berkembangnya pola pikir radikal dan sikap intoleran.

Lomba Opini Nasional Program Literasi 2045 merupakan kompetisi tingkat nasional yang diikuti oleh peserta dari berbagai perguruan tinggi dan masyarakat umum di seluruh Indonesia. Kompetisi ini menjadi bagian dari program Literasi 2045 (Literary Talent & Research Initiative) yang bertujuan meningkatkan budaya literasi, kreativitas, dan kapasitas intelektual masyarakat dalam menyongsong Indonesia Emas 2045. [Universitas Harkat Negeri]

Dalam proses penilaian, seluruh karya peserta melewati tahapan seleksi administrasi, pemeriksaan plagiarisme, serta penilaian substansi oleh dewan juri lintas bidang secara objektif, independen, dan profesional. Penilaian dilakukan berdasarkan kesesuaian tema, orisinalitas dan kebaruan gagasan, ketajaman analisis, sistematika penulisan, serta ketepatan penggunaan bahasa.

Penghargaan Best Idea Award diberikan kepada peserta yang dinilai memiliki gagasan paling inovatif dengan mempertimbangkan aspek inovasi ide, ketajaman berpikir, kreativitas penyajian, serta kualitas penulisan karya opini.

Lomba mengusung tema besar “Generasi Muda untuk Masa Depan Indonesia” dan diselenggarakan pada 15 Januari–28 Februari 2026 dengan pengumuman pemenang pada 28 Februari 2026

Prestasi ini menjadi bukti bahwa mahasiswa IAIN Sultan Amai Gorontalo mampu bersaing di tingkat nasional melalui karya tulis ilmiah yang kritis, inovatif, dan solutif. Diharapkan capaian ini dapat menjadi inspirasi bagi sivitas akademika untuk terus mengembangkan budaya literasi serta menghasilkan gagasan yang berkontribusi bagi pembangunan bangsa.