
Kegiatan bertaraf internasional kembali digelar jurusan Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sultan Amai Gorontalo di tahun 2023. Kegiatan tersebut adalah Annual International Conference on Islamic Education (AICONIE) yang bertajuk Discovering Intructional Method and Platforms in the New Era of Digital Age, bertempat di Gedung Serbaguna IAIN Sultan Amai Gorontalo, Selasa (14/11/2023). Kegiatan yang dilaksanakan secara hybrid ini, dihadiri oleh Rektor IAIN Sultan Amai Gorontalo, Dr. H. Zulkarnain Suleman, M.HI., Para Unsur Pimpinan di lingkungan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, dan Para Peserta undangan dari dalam maupun luar negeri.
Hadir secara luring atau tatap muka sebagai Narasumber, Dr. Kassim Bahali, Dosen Institut Alam dan Tamadun Melayu Universiti Kebangsaan Malaysia, memaparkan papernya yang berjudul: The Tanaffas and Isfar Phases of the True Dawn. Ulasannya selain didasarkan kepada ilmu astronomi juga menguatkannya dengan pandangan al-Quran dan as-Sunnah bahwa sejatinya fajar (fajr sodiq) menentukan waktu dimulainya shalat subuh. Fajar yang sebenarnya merupakan sebuah fenomena astronomi. Hal ini penting diungkap dalam pendidikan astronomi khususnya bagi ummat Islam karena menurutnya saat ini waktu sholat subuh dan waktu sholat lainnya ditentukan berdasarkan metode perhitungan astronomi. Kesimpulan yang disampaikannya bahwa fajar yang hakiki terdiri atas fase tanaffas dan fase isfar. Fase tanaffas adalah visi yang mengenal hitam dan putih. Benang putih dapat dikenali lebih awal dibandingkan benang hitam. Fase isfar merupakan penglihatan untuk mengenal warna dan membedakan objek yang dilihat. Menurutnya terjadi tumpang tindih antara fase tanaffas dan isfar, tidak ada batas yang jelas antara kedua fase tersebut. Fase tanaffas saat matahari berada antara 14 derajat hingga 16 derajat di bawah ufuk. Fase isfar saat matahari berada antara 14 derajat di bawah ufuk hingga matahari terbit (0 derajat).
Narasumber lain yang tampil secara daring adalah Dr. Ahmad Fakrurrazi Mohamed Zabidi, Pusat Studi Al-Qur’an dan Sunnah, Fakultas Studi Islam, Universiti Kebangsaan Malaysia yang pada tahun yang sama pernah berkunjung ke Gorontalo mengisi beberapa kegiatan bertaraf internasional lainnya di IAIN Sultan Amai Gorontalo yakni pada bulan November 2022. Bahkan dalam waktu dekat Dr. Ahmad Fakhrurrazi akan ke Gorontalo dalam rangka membawa dokumen MoU yang sudah ditandatangani oleh rektor Universitas Kebangsaan Malaysia. Paper yang dibawakan dalam Annual Conference adalah Taksonomi Afektif: Cabaran Masa Depan Dunia Pendidikan. Secara singkat ditegaskan bahwa domain afektif menjadi perhatian penting dan menentukan keberhasilan pendidikan masa depan karena kebutuhan ruhaniah adalah aspek pokok dan mendasar namun terkadang luput dari perhatian pendidik dan dunia pendidikan saat ini. Menurutnya di sinilah perlunya posisi guru yang berjiwa murabbi sehingga tidak dapat digantikan oleh teknologi karena pemberian limpahan ruhani memerlukan tatap muka antara guru dan peserta didik secara langsung.
Selain dua orang narasumber dari Universiti Kebangsaan Malaysia tersebut, hadir pula secara daring Prof. Dr. Dahlan Abdullah, S.T., M.Kom., IPU, ASEAN. Eng, Dosen di Universitas Malikussaleh Aceh, yang mengulas papernya berjudul: Integrasi Teknologi Informasi pada Pendidikan Islam. Menurutnya teknologi tidak dapat menggantikan seorang guru yang baik, tetapi teknologidi tangan guru yang baik maka teknologi dapat menjadi sebuah transformasi. Selain mendorong untuk mengambil manfaat positif dari teknologi informasi, narasumber juga berpesan agar mengantisipasi dampak negatif dari teknologi informasi yaitu mahasiswa menjadi malas belajar dengan adanya peralatan yang seharusnya memudahkan dalam belajar seperti laptop, jaringan internet, banyak di antara mereka yang menghabiskan waktu hanya untuk bermain game dan sebagainya.

Adapun narasumber keempat yang menyampaikan papernya adalah Prof. Dr. Kasim Yahiji, M.Ag., guru besar ilmu pendidikan Islam sekaligus Ketua Senat IAIN Sultan Amai Gorontalo dan rektor dan Direktur Pascasarjana IAIN Sultan Amai Gorontalo pada periode sebelumnya. Pemaparannya banyak menyentil pentingnya seorang guru memberikan contoh teladan sebagai warasatul anbiya yang memberikan pengajaran, bimbingan, dan latihan agar kelak mampu menghadapi tantangan zaman yang semakin besar dan diperlukan kompetensi dan nilai-nilai yang bersumber dari ajaran Islam. Hal menarik dari penyampaiannya bahwa kompetensi dan nilai-nilai tersebut tidak hanya diajarkan dan dihayati namun yang terpenting adalah diamalkan agar bermanfaat bagi dirinya dan keluarganya serta masyarakat, bangsa dan negara terutama agama.
Sementara itu Dekan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, Dr. Said Subhan Posangi, M.Pd., diwakili oleh Wakil Dekan I Dr. Herson Anwar, M.Pd., menyampaikan, kegiatan ini dilaksanakan untuk pengembangan keilmuan di bidang pendidikan dan diikuti 259 peserta secara hybrid, yang berasal dari kalangan mahasiswa S1 dan S2, para guru dan dosen. Wakil Dekan 1 berharap agar jurusan Pendidikan Agama Islam dapat menjadi unggul ke depan dengan berbagai kegiatan yang telah dilakukan untuk transformasi dan pengembangan ilmu, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Menurutnya, tantangan di era digital saat ini, menuntut sinergitas baik dalam kegiatan pembelajaran maupun pada aktivitas pendidikan lainnya. “Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka pengembangan keilmuan di bidang ilmu pendidikan. Sehingga tema yang nantinya akan disajikan oleh para narasumber terkait dengan bidang pendidikan,” ujarnya.

Rektor IAIN Sultan Amai Gorontalo, Dr. H. Zulkarnain Suleman, M.HI., saat membuka kegiatan ini, menyampaikan apresiasinya kepada seluruh panitia penyelenggara kegiatan ini. “Saya ingin menyampaikan apresiasi seluruh panitia penyelenggara kegiatan ini. Karena sesungguhnya kegiatan ini sangat bermanfaat baik bagi peserta, bagi narasumber terutama kepada institusi dalam hal ini IAIN Sultan Amai Gorontalo,” ungkapnya. Selain itu, pihaknya mengucapkan terima kasih kepada para narasumber yang sudah berkenan hadir untuk berbagi ilmu pada kegiatan ini.
Ketua Panitia Mariaty Podungge, M.Pd.I. sangat berterima kasih kepada semua pihak yang telah menyukseskan kegiatan ini dan berharap ke depan jurusan PAI tetap memacu program yang lebih berbasis kepada kebutuhan akreditasi. Ketua Jurusan PAI Dr. Najamuddin Petta Solong, M.Ag. juga menyampaikan hal yang sama bahwa dalam tahun ini selain membenahi dan meningkatkan kualitas pengajaran juga melakukan berbagai terobosan untuk menuju unggul dengan mengajak berbagai pihak baik nasional maupun internasional untuk berkolaborasi dalam berbagai kegiatan tri darma perguruan tinggi. Itulah sebabnya dalam tahun ini terhitung lima kegiatan event internasional, dan beberapa kegiatan nasional dan lokal yang sudah diselenggarakan dengan sukses.