Training Literasi Bahasa International dengan tema ‘Meningkatkan Budaya Literasi – Menghasilkan Karya Bereputasi‘” yang berlangsung di Aula Eks Tarbiyah IAIN Sultan Amai Gorontalo kampus 1, pada Hari Sabtu 21 Oktober 2023. Mahasiswa dari Jurusan Pendidikan Agama Islam (PAI) di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sultan Amai Gorontalo menunjukkan antusiasme tinggi dengan mengikuti Training Literasi Bahasa Internasional bertema “Meningkatkan Budaya Literasi – Menghasilkan Karya Bereputasi.” Kegiatan ini diadakan sebagai bagian dari upaya untuk mendorong mahasiswa meningkatkan kemampuan literasi mereka dalam konteks bahasa internasional serta memproduksi karya-karya akademik yang memiliki reputasi tinggi.

Acara yang diinisiasi oleh Pusat Bahasa IAIN Sultan Amai Gorontalo ini dihadiri oleh dosen dan praktisi literasi serta Mahasiswa yang memiliki reputasi internasional. Pelatihan ini bertujuan untuk memperkuat keterampilan menulis akademik mahasiswa, memperluas wawasan mengenai penerbitan jurnal internasional, serta memberikan panduan praktis dalam menghasilkan tulisan ilmiah yang berkualitas.

Dalam acara ini, terdapat berbagai pemateri yang berpengalaman dalam bidang literasi bahasa internasional. Ahmad Nawari, M.A dari Kantor Bahasa Gorontalo memberikan wawasan tentang pengajaran Bahasa Indonesia bagi orang asing. Ulfa Mutia Alrasyid, S.Pd. dari berani.education membahas Pembelajaran Bahasa Indonesia bagi orang asing. Lidya Pawestri Ayu Ningtyas, M.A, seorang penerima beasiswa AMINEF/LPDP dari University of Western Australia, berbagi pengalaman dan kiat-kiat dalam menuliskan cerpen. Dr. Mahardhika Zifana, M.Hum, yang menjabat sebagai Director of Operations of IJAL (International Journal of Applied Linguistics), membahas penulisan karya ilmiah bereputasi internasional Scopus.

Dalam sesi pembukaan, Dr. Nurhayati Ismail, M.Pd., selaku ketua penyelenggara, menyampaikan, “Kegiatan ini dirancang untuk mengembangkan budaya literasi mahasiswa, terutama dalam menghasilkan karya ilmiah yang tidak hanya berstandar nasional, tetapi juga memiliki potensi untuk dipublikasikan di tingkat internasional. Mahasiswa PAI diharapkan dapat mengaplikasikan ilmu yang mereka peroleh untuk menulis karya akademik yang bereputasi.”

Training ini terdiri dari beberapa sesi yang mencakup materi tentang teknik menulis artikel ilmiah yang baik, cara mencari dan menggunakan referensi berkualitas, serta strategi untuk menembus jurnal-jurnal internasional. Para mahasiswa juga diberikan latihan intensif dalam mengembangkan gagasan dan menyusunnya menjadi karya ilmiah yang koheren dan sesuai dengan standar akademik global.

Pada sambutannya Dr. H. Ibnu Rawandhy N. Hula, M.A menyatakan pada kegiatan tranining literasi ini pada kegiatan ini juga untuk pertama kalinya di IAIN Sultan Amai Gorontalo akan di laksanakan simulasi Ujian Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI). Selain itu, pada pembukaan kegiatan ini Rektor IAIN Sultan Amai Gorontalo yang diwakili Oleh Wadek III Dr. Lukman Arsyad, M.Pd, mengungkapkan bahwa  kegiatan literasi merupakan hal sangat penting di bagi kita di masa sekarang. Sebab dengan adanya literasi maka wawan kita akan semakin luas dan bertambah. Yang mana dahulunya literasi hanya dipandang sebelah mata oleh orang.

Kegiatan Training Literasi Bahasa International dengan tema “Meningkatkan Budaya Literasi – Menghasilkan Karya Bereputasi” dilaksanakan oleh Pusat Pengembangan Bahasa IAIN Sultan Amai Gorontalo memberikan pemahaman dan inspirasi kepada peserta dalam hal pentingnya mempelajari Bahasa Indonesia sekalipun kita adalah penutur aslinya dan juga bagaimana tips-tips mengajarkan Bahasa Indonesia bagi orang asing.

Melalui tema “Meningkatkan Budaya Literasi – Menghasilkan Karya Bereputasi,” para mahasiswa juga diajak untuk lebih aktif terlibat dalam kegiatan literasi, baik di kampus maupun di luar. Mereka didorong untuk tidak hanya menjadi konsumen informasi, tetapi juga menjadi produsen karya ilmiah yang berkualitas dan mampu bersaing di tingkat global.

Acara ini diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan budaya literasi di lingkungan kampus, terutama dalam hal menghasilkan karya-karya ilmiah yang berbobot dan bereputasi. Selain itu, kegiatan ini juga mendorong mahasiswa untuk terus mengembangkan kemampuan menulis dan berbahasa mereka, yang penting dalam menghadapi tantangan dunia akademik dan profesional di masa depan.