Kabar perubahan status Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sultan Amai Gorontalo menjadi Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Amai Gorontalo disambut dengan rasa syukur dan kebahagiaan oleh sivitas akademika, khususnya di lingkungan Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan. Perubahan status tersebut ditetapkan melalui Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 48 Tahun 2026 tentang Universitas Islam Negeri Sultan Amai Gorontalo, sebagai langkah strategis dalam menjawab perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, serta penguatan integrasi keilmuan Islam dengan ilmu pengetahuan lainnya.

Ketua Program Studi Pendidikan Agama Islam, Rinaldi Datunsolang, M.Pd., menyampaikan rasa syukur atas terwujudnya cita-cita panjang sivitas akademika IAIN Sultan Amai Gorontalo. Menurutnya, perubahan status menjadi universitas merupakan tonggak sejarah yang akan membawa dampak positif terhadap pengembangan kelembagaan, peningkatan mutu akademik, serta perluasan kolaborasi pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

“Alhamdulillah, perubahan status menjadi UIN merupakan anugerah sekaligus amanah bagi seluruh sivitas akademika. Ini menjadi momentum bagi Prodi Pendidikan Agama Islam untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan, memperkuat budaya riset, memperluas jejaring kerja sama, serta mempertahankan predikat Program Studi Unggul yang telah diraih,” ungkap Ketua Prodi Rinaldi.

Senada dengan hal tersebut, Sekretaris Program Studi Pendidikan Agama Islam, Dr. Nur Wahidah Thayib Pido, M.Pd., menyampaikan bahwa transformasi kelembagaan ini membuka peluang yang semakin luas bagi pengembangan akademik di tingkat nasional maupun internasional. Menurutnya, perubahan status menjadi UIN tidak hanya membawa perubahan nomenklatur, tetapi juga menjadi penguat semangat untuk menghadirkan inovasi dalam pembelajaran, penelitian, publikasi ilmiah, dan pengabdian kepada masyarakat.

“Perubahan ini merupakan motivasi bagi seluruh dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa untuk terus berkarya serta meningkatkan prestasi. Kami berharap Prodi PAI dapat semakin berkontribusi dalam melahirkan lulusan yang unggul, moderat, adaptif terhadap perkembangan zaman, dan mampu bersaing di tingkat global tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman,” ungkap Sekretaris Prodi Dr. Nur Wahidah.

Perubahan status IAIN menjadi UIN juga dipandang sebagai peluang untuk memperluas pengembangan disiplin ilmu melalui pendekatan integratif yang memadukan ilmu-ilmu keislaman dengan ilmu pengetahuan dan teknologi. Dengan demikian, UIN Sultan Amai Gorontalo diharapkan mampu menjadi pusat pengembangan keilmuan yang inovatif, berdaya saing, serta memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan bangsa dan kemajuan peradaban.