Wisudawan dan wisudawati Prodi Pendidikan Agama Islam Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan IAIN Sultan Amai Gorontalo Tahun Akademik 2023/2024 dengan penuh suka cita mengikuti prosesi Wisuda Sarjana dan Magister Ke-34. Wisuda sebagai tradisi atau upacara kelulusan yang dilakukan oleh kampus karena mahasiswanya telah menyelesaikan rangkaian pendidikan dan dikukuhkan sebagai lulusan IAIN Sultan Amai Gorontalo melalui Sidang Senat Terbuka, bertempat di Aula Serbaguna Kampus I IAIN Sultan Amai Gorontalo Jl. Gelatik No. 1 Kota Gorontalo, Selasa (24/09/2024).

Acara wisuda kali ini diikuti oleh 68 wisudawan dan wisudawati Prodi PAI. Secara keseluruhan sejumlah 450 wisudawan mengikuti prosesi wisuda pada hari ini, dengan rincian 380 wisudawan S1 dan 70 wisudawan S2 dari berbagai program studi. Selain dihadiri oleh Ketua dan Anggota Senat IAIN Sultan Amai Gorontalo, Rektor IAIN Sultan Amai Gorontalo, para Wakil Rektor, Kepala Biro Administrasi, Umum, Akademik dan Kemahasiswaan (AUAK), para Pimpinan Fakultas, Direktur Pascasarjana, para Pimpinan Organisasi Keagamaan, Civitas akademika, para tenaga pendidik dan tenaga kependidikan, para wisudawan wisudawati bersama keluarga.

Tamu undangan yang turut hadir di antaranya Kepala Kepolisian Daerah Gorontalo, Kepala Kejaksaan Tinggi Provinsi Gorontalo, Kepala Kantor Kementerian Agama Wilayah Provinsi Gorontalo, Ketua Pengadilan Tinggi Agama Gorontalo, Komandan Korem 133 Nani Wartabone, para Rektor Perguruan Tinggi Negeri maupun Swasta se-Provinsi Gorontalo, Dewan Penyantun IAIN Gorontalo, ketua IKA Alumni IAIN Sultan Amai Gorontalo dan sejumlah tamu undangan lainnya.

Bahkan yang berbeda dari wisuda sebelumnya adalah kehadiran Ketua Program Komunikasi Media Baru Fakultas Kepemimpinan dan Manajemen di Universitas Sains Islam Malaysia, Dr. Kartini Binti Kamaruzzaman sekaligus bekesempatan menyampaikan orasi ilmiahnya.

Dr. Kartini Binti Kamaruzzaman dalam orasinya yang menggunakan bahasa Melayu memaparkan, bahwa transformasi perguruan tinggi dari Institut Agama Islam menjadi Universitas, bukan hanya sekedar perubahan pada nama atau sruktur organisasi. Tetapi menurutnya, hal ini memerlukan langkah dan strategi untuk menuju tujuan tersebut. Tujuannya tidak lain agar masa depan yang dibina lebih inklusif dan relevan dengan keperluan masyarakat dan perkembangan zaman.

“Tentunya transformasi bukanlah proses yang mudah. Transformasi memerlukan visi yang jelas, komitmen yang kokoh, dan kerja keras dari seluruh elemen institusi ini. Namun, proses ini juga membuka peluang besar untuk perkembangan dan inovasi yang dapat memperkaya pengalaman akademik, pengajaran dan pendidikan serta memperluas jangkauan program pendidikan yang akan ditawarkan,” paparnya.

Kaprodi PAI, Najamuddin Petta Solong mengungkapkan, jumlah wisudawan Prodi PAI kali ini memang tidak sebanyak wisuda sebelumnya, “tentunya ini butuh kerja keras lagi dari para dosen PAI dan khususnya pembimbing tugas akhir dan kesungguhan teman-teman wisudawan dalam menyelesaikan perkuliahan, semoga pada gelaran wisuda selanjutnya, jumlah wisudawan bisa bertambah, sehingga seimbang antara mahasiswa yang masuk dan keluar”, imbuhnya.

Kaprodi PAI berpesan agar para wisudawan dari jurusan yang dipimpinnya bisa melanjutkan implementasi dari keilmuan yang sudah dipelajari, “jika tidak maka ibarat meruntuhkan rumah yang sudah dibangunnya, tentu dibarengi dengan menyebarluaskan visi keilmuan PAI ke masyarakat yang lebih luas, terutama dalam dunia kerja”, papar Najamuddin di ruang kerjanya.