
Ade Safitri Stirman mahasiswa PAI yang mengikuti kegiatan International Scholarship Workshop di Malaysia pada bulan Juni, kini kembali mengikuti kegiatan nasional Forum Pemuda Perubahan (FPP) yang dilaksanakan di Surabaya, Yogyakarta, Jakarta dan Bogor, mewakili pemuda Provinsi Gorontalo. kegiatan ini berlangsung mulai tanggal 10 hingga 25 Desember 2023. FPP merupakan kegiatan yang diselenggarakan oleh Yayasan Formasita. Lembaga yang bergerak dalam penyaluran beasiswa kepada pelajar/mahasiswa yang memiliki kemauan untuk belajar, mulai dari jenjang paling dasar hingga ke perguruan tinggi. Lembaga tersebut meluaskan kontribusinya sebagai wadah bagi pemuda Indonesia yang ingin mengembangkan diri.

Agenda FPP diawali dengan opening ceremony yang dilaksanakan di Surabaya, dengan melakukan kunjungan ke Museum 10 November, dan Kebun Binatang Surabaya. Kegiatan dilanjutkan menuju Yogyakarta dengan tujuan kunjungan Museum Vredeburg, Keraton Yogkarta, UGM, serta Candi Prambanan. Selain dua kota tersebut, FPP juga memfasilitasi setiap delegasi untuk melakukan visitasi di berbagai lembaga pemerintahan yang ada di Jakarta seperti DPD/DPR/MPR RI, Kemendikbudristek RI, Kementrian Pertanian, Otoritas Jasa Keuangan, BPH Migas, Perpustakaan Nasional, juga Universitas Indonesia. Adapun Bogor menjadi kota keempat yang dikunjungi oleh para delegasi dengan tujuan lembaga filantropi Dompet Dhuafa. Dalam setiap kunjungan, FPP berkerjasama dengan lembaga-lembaga tersebut untuk menghadirkan narasumber terbaik, agar para delegasi tak sekadar berkunjung, tetapi juga mendapatkan wawasan baru.

Kegiatan penutupan dilaksanakan di Jakarta dengan pemberian penghargaan kepada para delegasi terpilih. Dalam closing ceremony tersebut, Ade terpilih sebagai “Delegasi Best Intelligencia”. Dari serangkaian kegiatan yang diikuti tersebut banyak insight dan tantangan yang menjadikan sudut pandang yang berbeda dalam berkolaborasi. Selain itu ketua jurusan PAI Dr. Najamuddin Petta Solong, M.Ag juga menambahkan bahwa kegiatan semacam ini cukup bergengsi bagi mahasiswa karena dapat menambah wawasan dan pengalaman serta mengetahui kebudayaan baru dari negara lain khususnya Malaysia. Tidak hanya itu relasi antar universitas yang ada di Indonesia juga didapatkan, Ketua Jurusan PAI mencontohkan bagaimana sudut mahasiswa lain beropini dan mengeluarkan kontribusi ke dalam forum. “Teman-teman saling berbagi dan membuka sudut pandang baru terkait dunia dengan mengikuti ajang kompetisi perlombaan mahasiswa, karena tidak dapat dipungkiri bahwa waktu yang digunakan selama menjadi mahasiswa merupakan kesempatan terbaik untuk bisa mengasah potensi yang dimiliki ke arah yang lebih baik dan berdaya saing.” Terakhir ucapan selamat pun berdatangan dari berbagai kalangan yang turut bergembira atas prestasi yang ditorehkan oleh mahasiswa jurusan PAI tersebut.