Menulis esai maupun opini di media massa menjadi salah satu cara apik untuk mengungkapkan gagasan kepada khalayak luas. Untuk menuliskan gagasan berkualitas, tentu ada hal-hal yang harus diperhatikan.

Habibie Yusuf, dosen Pendidikan Agama Islam Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan IAIN Sultan Amai Gorontalo yang tulisannya telah dimuat di berbagai media massa pun membagikan empat hal yang harus diperhatikan dalam menulis esai atau opini untuk media massa.

Banyak menulis gagasan perihal moderasi beragama, Habibie mengatakan hal pertama dan yang menjadi prioritas utama yaitu aktualitas. Salah satu cara agar tulisan menjadi aktual adalah mengaitkan dengan momentum sejarah atau momentum yang tengah terjadi di masyarakat ketika itu.

“Apabila terdapat ide yang menarik dan momentum yang tepat, jangan tunda untuk menulis. Sebab begitu telat sedikit untuk menyampaikan ide dan gagasan dari buah pikir kita, tentu tulisannya pun menjadi basi atau tidak up to date,” ungkap Habibie di sela-sela tugas rutinnya yakni mengajar di Prodi PAI, Kamis (11/12/2022).

Selain itu yang kedua, hendaknya menggunakan bahasa lugas dan tidak bertele-tele karena kolom di media terbatas. Penulis dapat langsung menyampaikan views atau pandangannya. Tidak perlu terlalu banyak mencantumkan news atau berita terkait fenomena yang ingin disorot, karena pembaca sudah mengetahui dari pemberitaan yang ada.

Poin ketiga yakni kebaruan atau orisinalitas ide. Hal ini menjadi penting, terlebih di media dengan keketatan persaingan tinggi. Ide tulisan yang ‘biasa-biasa’ saja memiliki kemungkinan kecil untuk dimuat.

Terakhir, tulisan tidak terlalu berat dan teoretis. Salah satunya dengan membuat judul seksi tapi memprovokasi. Ketika judul dibaca, pembaca pun terprovokasi dan tertarik untuk membaca tulisan tersebut. Tentunya dengan tetap memperhatikan kualitas dan keterkaitan dengan isi berita.

 

Berbicara perihal ide tulisan, Fernawati M. Hajarati mahasiswa Prodi PAI yang pernah menulis dua opini memaknai hari pohon sedunia dan hari guru mengatakan bahwa ide dapat digali dari mana saja, termasuk dari permasalahan yang ditemui setiap harinya. Dari satu fenomena, kita dapat menghasilkan beberapa tulisan.

Untuk awalan, kita dapat membuat catatan kecil-kecilan tentang mau dibawa kemana tulisan tersebut atau berupa kerangka yang detail untuk mempertajam tulisan. Sebenarnya, bagi penulis yang sudah terbiasa hal ini tidak harus dilakukan, tapi diperlukan bagi pemula.