Di sela kegiatan Wisuda Pascasarjana IAIN Sultan Amai Gorontalo yang diikuti oleh dosen dan mahasiswa Prodi PAI di kampus 2 Limboto pagi tadi (29/9/2021) dan dilanjutkan dengan mengikuti panel session terkait kegiatan Launching Entrepreneur Goes To Campus yang dilaksanakan oleh Politeknik Gorontalo kerjasama dgn KADIN Provinsi Gorontalo. Agenda ini dirangkaikan dengan Kick Start Bursa Kerja Online dan Kemitraan Pengusaha Kecil-Besar.

Di antara yang hadir pada kesempatan tersebut baik secara langsung maupun virtual memaparkan ide dan solusi kewirausahaan khususnya di kalangan mahasiswa dan UMKM yang ada di Gorontalo yaitu: Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno, Elnino Mohi, anggota Komisi 10 DPR RI, Sejumlah pejabat juga hadir secara fisik di antaranya, Warek 4 Universitas Tadulako, Prof. Dr. Ir. Amar, Danrem 133 Nani Wartabone Brigjen TNI Amrin Ibrahim, S.IP, SH, Dr. H. Weny Liputo, MM, Dr. dr. H. Muh. Isman Jusuf, Ketua Kadin Provinsi Gorontalo Muhallim Litty, sejumlah Rektor PTS se Gorontalo, APTISI, APVOKASI, beberapa pengusaha muda, UMKM dan lainnya.

Kendati banyak yang dibahas secara panel dan banyak juga yg dipertanyakan oleh peserta dengan keterbatasan waktu dan membludaknya peserta dari berbagai kalangan namun yang terpenting bagi dosen PAI ini selaku akademisi yang ikut terlibat menjadi peserta saat itu tentu sangat mengapresiasi kegiatan ini karena pengusaha memasuki dunia kampus. Sebabnya adalah dengan pengusaha pergi ke kampus apalagi diikuti oleh penguasa dan legislator maka menjadi lompatan besar dalam menyelesaikan problem pengangguran yang menjadi momok para alumni perguruan tinggi setelah di wisuda.

Perguruan tinggi di Indonesia tampaknya sudah mulai sadar akan pentingnya enterpreneur dan menjadikan mata kuliah kewirausahaan sebagai hal terpenting yg harus diberikan kepada mahasiswa. Bahkan ada hal menarik dan penting dicermati saran Drs. Ismail Puhi, M.A. utusan dari dosen IAIN Sultan Amai Gorontalo di sela-sela diskusi informal bahwa akan mengundang Kadin Provinsi Gorontalo namun tidak akan memintanya untuk memberikan teori yang banyak karena sudah cukup diberikan pada mata kuliah kewirausahaan. Menurutnya yang penting adalah langkah kongkrit yang akan dibawa ke kampus dalam bentuk program bersifat aplikatip agar tidak hanya menjadi cerita dan bahkan khayalan menjadi pengusaha atau pebisnis di kalangan mahasiswa atau alumninya khususnya pada Prodi PAI.