Pertemuan secara informan 20 September 2021 dosen dan mahasiswa Prodi PAI dengan Ariyanto Paneo Pengusaha muda sukses kelahiran Gorontalo 46 tahun yang lalu ini yang mengaku bahwa sejak tahun 1999 sudah merintis usaha tampal ban sepeda di daerah kepulauan Talaud Sulawesi Utara setelah lulus dari STIKIP Gorontalo jurusan pendidikan ekonomi (1997). Menikah tahun 2004 dengan Nurhayati Abas wanita keturunan Gorontalo kelahiran Talaud. Saat ini keduanya dikaruniakan dua anak. Anak pertama perempuan dan sudah menikah dgn seorang Kiayi muda hafidz Qur’an 30 juz sekaligus Imam besar masjid Agung Kabupaten ini.
Kendati hanya berawal dari usaha tampal ban namun menurut penilaian Tedy S. K. Neu mengibaratkan kesuksesan pengusaha muda ini dengan narasi: “Dedemoni Eya to Li haji” atau Tuhan bademon akan pak Haji” Betapa tidak hanya dalam waktu singkat sudah memiliki banyak aset berupa mobil, rumah mewah dan usaha di antaranya pencucian mobil hidrolik terbesar serta tiga buah supermarket.

Selain itu di bidang keagamaan beliau juga adalah ketua Dewan Masjid Kabupaten Talaud, ketua IPHI Kab. Talaud. Dirinya banyak memberikan bantuan kepada kegiatan keagamaan di daerah ini yang menurutnya berpenduduk hanya tiga persen beragama Islam (muslim). Tantangan dakwah yg dihadapi berbeda dengan di daerah lain namun dengan ketokohan beliau mampu menarik simpati dan kepercayaan dari pihak non muslim termasuk pejabat dan politisi di daerah ini.
Itulah sebabnya dengan modal keyakinan sungguh-sungguh dan ikhtiar yang kuat beliau menerima ketika diminta oleh Fachri Hamzah memegang ketua Partai Gelora Indonesia Kabupaten Talaud. Tidak itu saja, beliau saat ini adalah bendahara umum Perbakin (Persatuan Menembak Seluruh Indonesia). Harapannya pertemuan yang singkat namun bermakna ini dapat ditindaklanjuti di kemudian hari untuk menjalin kerjasama dalam bidang entrepreneur sehingga menjadi peluang bagi alumni untuk bekerja di sektor bisnis sebagai salah satu tuntutan dunia kerja saat ini.