Selama kegiatan pengabdian kepada masyarakat Internasional Dr. Ahmad Fakhrurrazi yang menggalang Prodi PAI, pemerintah daerah, organisasi keagamaan, dan pondok pesantren baik di Gorontalo maupun Sulawesi Utara. Kegiatan di Pondok Pesantren Ahwalussalikin Gorontalo kerjasama dengan Pemda Kabupaten Gorontalo sebagai tuan rumah diawali dengan peletakan batu pertama masjid Pondok tersebut pada sore harinya dan pada malam hari dilanjutkan dengan zikir akhir tahun. Tausiyah akhir tahun sebelum zikir disampaikan oleh Dr. Ahmad Fakhrurrazi dosen Universitas Kebangsaan Malaysia.
Tausiyah akhir tahun diulas pentingnya memanfaatkan waktu dengan sebaik mungkin untuk mendekatkan diri kepada Allah dan mengikuti contoh dari Rasulullah Saw. Fakhrurrazi mengajak kepada jamaah untuk senantiasa mengingat Allah dalam setiap keadaan karena dengan mengingat Allah hidup akan menjadi lebih tenang dan damai. Fakhrurrazi juga mengutip pendapat dalam al-Hikam bahwa “datangnya pertolongan Allah adalah sesuai dengan persiapan, sedang turunnya Cahaya Allah adalah sesuai dengan kejernihan relung hati.” Kedatangannya untuk melakukan kegiatan di daerah ini adalah atas izinNya jua yang bekerjasama dengan berbagai pihak dan beberapa majlis yang barakah bersama para Ulama, asatizah, murid dan penduduk kampung di sekitar Maahad, dalam bermuzakarah dan bersilaturahmi.

Di samping itu juga hadiah & sumbangan telah disampaikan buat ahli keluarga di Gorontalo ini sebagai tanda kasih sayang yang diikat dengan tali Allah dan Rasulullah. خَيْرُ النَّاسِ أَنْفَعُهُمْ لِلنَّاسِ “Sebaik-baik manusia adalah orang paling bermanfaat bagi orang lain”. “Semoga Allah mengekalkan kita semua dalam rahmatNya agar saling kita memberi manfaat dan kebaikan pada apa jua posisi dan kemampuan kita sepanjang kehidupan di dunia”, ungkapnya.
Bupati Gorontalo, Nelson Pomalingo, mengikuti kegiatan dzikir dan doa akhir tahun yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Gorontalo bekerjasama dengan Pondok Pesantren Ahwalusalikin dan Universitas Kebangsaan Malaysia serta Prodi PAI IAIN Sultan Amai Gorontalo dalam rangka pengabdian kepada masyarakat Internasional karena dihadiri langsung oleh Dr. Ahmad Fakhrurrazi. Kegiatan berlangsung di Kelurahan Bulota, Rabu (27/12/23)
Nelson mengungkapkan bahwa selama 8 tahun kepemimpinannya, tradisi melaksanakan kegiatan dzikir dan doa bersama di akhir tahun tetap dijaga. “Alhamdulillah di Kabupaten Gorontalo, dengan adanya kegiatan seperti ini, insiden negatif tidak pernah terjadi,” ucap Nelson. Bupati berharap agar kegiatan serupa juga diikuti oleh Kecamatan dan Desa sesuai dengan edaran yang ada, terutama pada malam pergantian tahun. Menurutnya, momen pergantian tahun adalah saat yang tepat untuk melakukan muhasabah dan evaluasi diri.

Dalam dzikir tersebut, Nelson menyoroti tiga hal penting yang disampaikan dalam ceramah. Pertama, ia menekankan agar masyarakat tidak membangun kebencian sesama. Kedua, pentingnya mengingat kepada Allah dalam setiap kegiatan yang dilakukan. “Apapun kegiatan kita itu sasarannya, dan dibalik itu adalah untuk Allah. Dan Insya Allah melalui pesantren ini, berbagai hal tersebut dapat digodok,” ujar Nelson.
Selanjutnya, Bupati Gorontalo menekankan keseimbangan antara kerohanian dan keadilan. Ia menyoroti bahwa manusia sering kali terlalu mengembangkan akal, sementara hati, sebagai pusat rohaniah, harus dijaga. “Jadi, kerohanian juga harus dikembangkan oleh kita semua,” tambahnya. Nelson mengakhiri sambutannya dengan mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam terselenggaranya kegiatan dzikir dan doa akhir tahun ini. Ia berharap semoga kegiatan tersebut dapat membawa keberkahan dan ketenangan di Kabupaten Gorontalo.
Najamuddin Petta Solong ketua tim kegiatan pengabdian kepada masyarakat internasional menyatakan akan melakukan kegiatan serupa di beberapa tempat di Gorontalo dan bahkan hingga ke Sulawesi Utara untuk lebih menambah kerjasama lintas daerah dan bahkan lintas negara untuk menebarkan kebaikan. “Kegiatan ini adalah salah satu dari sekian banyak kegiatan PkM internasional yang sudah digagas lama dengan Dr. Ahmad Fakhrurrazi selama sepuluh hari di Indonesia”, ungkapnya. Kajur juga berharap agar kegiatan ini tidak hanya berakhir pada ceramah namun memiliki dampak kepada masyarakat misalnya adanya pemberian sumbangan kepada masjid di antaranya adalah pada saat peletakan batu pertama di Pondok Pesantren Ahwalussalikin Gorontalo yang dipimpin oleh Tengku Ismail Datu.