Gorontalo, 8 Oktober 2021 – IAIN Sultan Amai Gorontalo kembali menorehkan tinta emas dalam sejarah kompetisi antar-Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) se-Indonesia Timur. Dalam ajang Pekan Olahraga, Riset, dan Ornamen Seni PTKIN (POROS INTIM) II yang berlangsung dari 1 hingga 4 Oktober 2021, IAIN Sultan Amai Gorontalo berhasil keluar sebagai Juara Umum, sebuah prestasi gemilang yang juga melibatkan kontribusi aktif dari mahasiswa dan dosen Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI).

POROS INTIM II, yang kali ini menjadi tuan rumah bagi IAIN Sultan Amai Gorontalo, diikuti oleh 364 peserta dan 129 official dari 13 PTKIN di seluruh Indonesia bagian Timur. Ajang bergengsi ini mempertandingkan 16 cabang lomba dengan 22 kategori, terbagi dalam dua bidang utama: riset (6 cabang lomba) dan seni (10 cabang lomba). Dalam persaingan ketat ini, kontingen IAIN Sultan Amai Gorontalo menunjukkan performa luar biasa dengan meraih total 14 medali.

Keterlibatan mahasiswa Prodi PAI dalam berbagai cabang lomba sangatlah signifikan. Mereka tidak hanya menunjukkan kemampuan akademik yang kuat, tetapi juga bakat di bidang riset, olahraga, dan seni yang relevan dengan ranah pendidikan Islam. Meskipun detail perolehan medali per prodi tidak dirinci, partisipasi aktif mahasiswa PAI dalam persiapan dan pelaksanaan lomba telah menjadi bagian integral dari kemenangan juara umum ini.

Dosen-dosen Prodi PAI juga memainkan peran krusial dalam keberhasilan ini. Mereka tidak hanya berperan sebagai pembimbing dan pendamping mahasiswa dalam mempersiapkan diri menghadapi kompetisi, tetapi juga terlibat dalam kepanitiaan lokal sebagai tuan rumah. Bimbingan akademis dalam cabang riset dan dukungan moral dalam cabang seni dan olahraga menunjukkan dedikasi dosen PAI dalam mengembangkan potensi holistik mahasiswa.

Acara penutupan POROS INTIM II digelar di auditorium lantai 4 gedung rektorat pada Jumat, 8 Oktober 2021. Rektor IAIN Sultan Amai Gorontalo, Dr. Lahaji Haedar, M.Ag, dalam sambutannya, menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya atas capaian yang diraih oleh seluruh mahasiswa PTKIN se-Indonesia Timur, dan secara khusus mengapresiasi kontingen IAIN Sultan Amai Gorontalo atas perolehan juara umum. “Selamat atas capaian yang diraih oleh kontingen IAIN Sultan Amai Gorontalo yang sukses meraih juara umum pada perhelatan POROS INTIM II ini,” ucapnya bangga.

Dr. Lahaji Haedar juga menekankan bahwa tujuan akhir dari pelaksanaan POROS INTIM II bukanlah sekadar medali atau kejuaraan, melainkan terjalinnya persaudaraan dan kesatuan di antara PTKIN se-Indonesia Timur. Spirit kebersamaan ini sangat sejalan dengan nilai-nilai yang ditanamkan dalam Prodi PAI, yaitu ukhuwah islamiyah dan kolaborasi.

Ruchman Basori, Kasubdit Sarana Prasarana dan Kemahasiswaan Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis) Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kemenag, memberikan pujian atas pelaksanaan POROS INTIM II yang dinilai sangat baik. Beliau juga memberikan selamat kepada para juara dan menegaskan komitmen Kementerian Agama untuk terus menggelar event serupa demi memotivasi mahasiswa berkompetisi.

IAIN Sultan Amai Gorontalo ditetapkan sebagai juara umum dengan perolehan 14 medali, disusul oleh UIN Alauddin Makassar di posisi kedua dengan 10 medali, dan IAIN Kendari di posisi ketiga dengan 7 medali. Keberhasilan ini tidak lepas dari sinergi antara pimpinan institusi, dosen, staf, dan tentu saja, mahasiswa dari berbagai program studi, termasuk Prodi PAI.

Meskipun Poros Intim II diselenggarakan secara penuh daring untuk sebagian besar lombanya, acara penutupan dilaksanakan secara luring dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat, sesuai dengan masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Turut hadir dalam acara penutupan ini para Rektor/Ketua PTKIN se-Indonesia Timur, para Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama, serta jajaran pimpinan Kementerian Agama, yang menjadi saksi keberhasilan IAIN Sultan Amai Gorontalo dan kontribusi seluruh elemen, termasuk Prodi PAI, dalam mencapai prestasi gemilang ini.