Pemerintah Kabupaten Gorontalo menunjukkan keseriusan dalam memerangi penyalahgunaan narkoba melalui program inovatif “Bersinar” (Bersih dari Narkoba). Gagasan ini merupakan perwujudan komitmen Pemkab dalam Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) di wilayahnya. Bupati Gorontalo, Prof. Dr. Nelson Pomalingo, M.Pd., menekankan pentingnya peran serta seluruh elemen masyarakat dalam upaya ini, termasuk desa dan kelurahan.
“Pemerintah desa dan kelurahan punya kewajiban melakukan pembinaan ketentraman dan keterlibatan masyarakat desa dalam memerangi peredaran narkoba,” kata Nelson saat memberikan pembekalan di Kampus II IAIN Sultan Amai Gorontalo. Pernyataan ini disampaikan di hadapan ribuan mahasiswa IAIN Sultan Amai Gorontalo, termasuk ratusan mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) yang siap diterjunkan dalam Kuliah Kerja Sosial (KKS) Tematik.
Nelson menjelaskan bahwa tujuan utama dari program “Bersinar” adalah melakukan pendampingan kepada masyarakat agar bersih dari narkoba secara partisipatif, terpadu, berkelanjutan, dan berbasis pendayagunaan sumber daya desa. Program ini membutuhkan sinergi dari berbagai pihak, dan keterlibatan aktif mahasiswa KKS diharapkan menjadi katalisator perubahan di tingkat akar rumput.
Guna menunjang keberhasilan program ini, pemerintah desa diminta untuk mendukung penuh dengan mengalokasikan dana desa. Bupati Nelson menegaskan bahwa dana desa merupakan bentuk komitmen negara dalam melindungi dan memberdayakan desa agar menjadi maju dan mandiri. Pemanfaatan dana desa yang tepat sasaran akan sangat krusial dalam implementasi program “Bersinar”.
“Dana desa harus dikelola dan dimanfaatkan dengan baik dan sewajarnya. Tentu tujuannya untuk menciptakan pembangunan dan pemberdayaan desa menuju masyarakat yang adil, makmur, dan sejahtera,” jelas Nelson, sembari menegaskan bahwa investasi pada program anti-narkoba adalah investasi jangka panjang untuk kesejahteraan masyarakat.
Merespons program tersebut, Dr. Najamuddin Petta Solong, M.Ag., Ketua Jurusan Pendidikan Agama Islam (PAI) IAIN Sultan Amai Gorontalo, menyambut baik dan memberikan apresiasi tinggi terhadap program “Bersinar” ini. Menurutnya, program ini sejalan dengan visi keilmuan Prodi PAI dalam membentuk pendidik berdaya saing dan berkarakter yang memiliki kepedulian sosial tinggi dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
“Mahasiswa PAI memiliki bekal keilmuan yang relevan untuk mendukung program ini,” ujar Dr. Najamuddin. Ia menjelaskan bahwa mata kuliah seperti Psikologi Umum,, Akhlak Tasawuf, dan Sosiologi Pendidikan memberikan landasan kuat bagi mahasiswa untuk memahami problematika sosial dan mengembangkan strategi dakwah yang efektif dalam pencegahan narkoba. Pendekatan persuasif dan edukatif menjadi kunci dalam misi ini.
Dr. Najamuddin menambahkan bahwa keterlibatan mahasiswa PAI dalam KKS Tematik “Bersinar” bukan hanya sekadar memenuhi kewajiban akademik, melainkan juga merupakan panggilan moral dan agama. “Pencegahan kemungkaran, termasuk penyalahgunaan narkoba, adalah bagian integral dari ajaran Islam. Mahasiswa PAI diharapkan menjadi agen perubahan yang menyebarkan nilai-nilai kebaikan dan menjauhkan masyarakat dari bahaya narkoba,” tegasnya.
Lebih lanjut, Ketua Jurusan PAI tersebut mengungkapkan bahwa Prodi PAI telah membekali mahasiswanya dengan keterampilan komunikasi dan advokasi yang mumpuni. Mereka dilatih untuk mampu berinteraksi dengan berbagai lapisan masyarakat, dari tokoh agama, pemuda, hingga ibu-ibu, sehingga pesan-pesan anti-narkoba dapat tersampaikan secara efektif dan mudah diterima.
“Kami juga mendorong mahasiswa untuk kreatif dalam menyusun program kerja di desa. Tidak hanya ceramah, tetapi bisa juga melalui kegiatan keagamaan, seni budaya, atau bahkan kegiatan olahraga yang melibatkan masyarakat secara aktif, sembari menyelipkan pesan-pesan pencegahan narkoba,” papar Dr. Najamuddin, menggambarkan fleksibilitas pendekatan yang diharapkan.
Keterlibatan mahasiswa PAI dalam program “Bersinar” ini juga menjadi kesempatan emas bagi mereka untuk mengaplikasikan teori keilmuan yang diperoleh di bangku kuliah ke dalam praktik nyata di lapangan. Pengalaman ini akan memperkaya pemahaman mereka tentang dinamika sosial dan kompleksitas permasalahan di masyarakat, khususnya terkait isu narkoba.
“Kami berharap, melalui KKS ini, mahasiswa PAI tidak hanya meninggalkan jejak positif berupa desa yang bersih dari narkoba, tetapi juga membawa pulang pengalaman berharga yang akan membentuk mereka menjadi calon pendidik dan pemimpin masyarakat yang berintegritas dan peduli,” pungkas Dr. Najamuddin, optimis akan dampak jangka panjang dari program ini bagi mahasiswa dan masyarakat.
Sinergi antara Pemerintah Kabupaten Gorontalo, IAIN Sultan Amai Gorontalo, dan khususnya Program Studi Pendidikan Agama Islam, diharapkan mampu menciptakan desa-desa “Bersinar” yang mandiri, sejahtera, dan bebas dari ancaman narkoba, mencerminkan nilai-nilai kemanusiaan dan keagamaan yang luhur.