Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sultan Amai Gorontalo kembali menyelenggarakan hajatan akademik penting, yakni Wisuda ke-29 Periode 2021-2022. Sebanyak 296 mahasiswa resmi menyandang gelar kesarjanaan dan magister dalam acara yang berlangsung di Aula Kampus 2 Limboto, Kabupaten Gorontalo, pada Sabtu, 26 Februari 2022. Dari jumlah tersebut, Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) turut menyumbangkan sejumlah lulusan sebanyak 47 orang yang siap berkiprah di berbagai bidang, khususnya dalam dunia pendidikan baik sebagai pendidik, asisten peneliti maupun edupreneur.
Wisuda kali ini menjadi momen istimewa bagi Rektor IAIN Sultan Amai Gorontalo, Dr. H. Zulkarnain Suleman, M.HI, karena merupakan wisuda perdana di bawah kepemimpinannya sejak dilantik oleh Menteri Agama RI, Yaqut Cholil Qoumas, pada 13 Oktober 2021 lalu. Meski belum genap setahun menjabat, IAIN Sultan Amai Gorontalo di bawah arahan beliau terus berbenah dan berupaya keras menerapkan sistem manajemen mutu demi perbaikan tata kelola perguruan tinggi.
Dr. Zulkarnain Suleman menyampaikan bahwa peningkatan kualitas layanan pendidikan merupakan prioritas utama. Hal ini bertujuan untuk memperkuat keyakinan dan mendapatkan pengakuan dari masyarakat luas bahwa IAIN Sultan Amai Gorontalo mampu menyelenggarakan pelayanan pendidikan serta kegiatan pendukung lainnya yang memenuhi standar nasional pendidikan tinggi. Capaian ini tentu tak lepas dari peran aktif seluruh fakultas dan program studi, termasuk PAI.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak atas koordinasi dan konsistensinya dalam mengawal peningkatan mutu lembaga,” ucap Rektor, memberikan apresiasi atas kerja keras seluruh sivitas akademika. Ini termasuk dedikasi para dosen dan tenaga kependidikan di Prodi yang senantiasa berinovasi dalam pembelajaran.
Mantan Ketua LP2M itu menjelaskan bahwa pada wisuda periode Februari 2022 ini, IAIN Sultan Amai Gorontalo dengan bangga melepas total 296 lulusan. Rinciannya adalah 289 orang dari program sarjana (S1) dan 7 orang dari program magister (S2). Para lulusan PAI termasuk dalam kelompok sarjana yang siap terjun ke masyarakat.
“Atas nama seluruh civitas akademika IAIN Sultan Amai Gorontalo, kami mengucapkan selamat dan sukses kepada para wisudawan dan orang tua/keluarga atas keberhasilannya meraih gelar akademik jenjang Magister dan Sarjana,” pungkasnya, diiringi ucapan selamat dan doa untuk masa depan para alumni.
Sementara itu, Dr. Najamuddin Petta Solong, M.Ag., Ketua Jurusan Pendidikan Agama Islam (PAI), turut mengungkapkan rasa bangga atas keberhasilan para mahasiswanya yang diwisuda. Menurutnya, lulusan Prodi PAI memiliki peran strategis dalam membentuk karakter bangsa melalui pendidikan agama.
“Kami sangat bersyukur melihat anak-anak kami dari Prodi PAI menyelesaikan studinya dan siap mengabdi kepada umat,” ujar Dr. Najamuddin. Beliau menegaskan bahwa lulusan PAI bukan hanya sekadar mendapatkan gelar, tetapi juga mengemban amanah besar sebagai penyampai nilai-nilai keagamaan dan moral di tengah masyarakat.
Dr. Najamuddin menambahkan bahwa kurikulum di Prodi PAI didesain untuk menghasilkan pendidik agama yang tidak hanya cakap dalam ilmu keislaman, tetapi juga memiliki kepekaan sosial dan keterampilan pedagogik yang mumpuni. “Mereka dibekali tidak hanya dengan materi agama, tetapi juga metodologi pembelajaran, manajemen kelas, hingga etika profesi guru,” jelasnya.
Lebih lanjut, Ketua Jurusan PAI ini berharap para alumni dapat menjadi agen perubahan positif di mana pun mereka berada. “Di tengah tantangan zaman, peran pendidik agama sangat krusial. Kami berharap mereka bisa menjadi teladan, penyebar kedamaian, serta pembimbing umat ke arah yang lebih baik, sesuai dengan prinsip moderasi beragama,” harap Dr. Najamuddin.
Terkait prospek lulusan, Dr. Najamuddin optimis bahwa alumni PAI memiliki peluang luas untuk berkarya, baik sebagai guru di madrasah atau sekolah umum, asisten peneliti, hingga edupreneur di komunitas masyarakat. “Ilmu agama adalah bekal hidup yang tak lekang oleh waktu, dan lulusan PAI memegang kunci untuk meneruskan estafet keilmuan itu,” tambahnya.
Pada wisuda periode Februari 2022 ini, peraih IPK tertinggi adalah Julia Ibnu, M.Pd, dari Program Studi Manajemen Pendidikan Islam dengan IPK 3,94. Meski bukan dari PAI, prestasi ini menunjukkan standar akademik yang tinggi di IAIN Sultan Amai Gorontalo dan menjadi motivasi bagi seluruh program studi, termasuk PAI, untuk terus berprestasi.