Kegiatan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) tahun 2021 yang dilaksanakan oleh mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) mendapat dukungan penuh dari MTs Nurul Yaqin Kota Gorontalo. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya konkret dalam menjembatani teori yang didapatkan di bangku kuliah dengan praktik nyata di lingkungan madrasah.

Dalam kegiatan PPL ini, MTs Nurul Yaqin menghadirkan Sutrisno Yusuf, M.Pd, selaku Kepala Madrasah sekaligus dosen tamu, yang memberikan pembimbingan khusus kepada mahasiswa dalam bidang pengembangan kurikulum. Kegiatan tersebut menjadi salah satu rangkaian penting yang memperkuat pemahaman mahasiswa terhadap proses dan prinsip dasar pengembangan kurikulum di satuan pendidikan Islam.

Sutrisno Yusuf, yang dikenal aktif dalam pengembangan program pendidikan di tingkat madrasah, menyampaikan bahwa kurikulum bukan hanya dokumen administratif, tetapi sebuah acuan hidup dalam membentuk karakter dan kompetensi peserta didik. Ia menekankan bahwa seorang guru, terutama guru PAI, harus memahami kurikulum secara menyeluruh, dari perencanaan hingga implementasi.

Dalam sesi pembimbingan yang berlangsung secara intensif, Sutrisno menjelaskan bagaimana merancang kurikulum yang sesuai dengan visi misi madrasah, kebutuhan peserta didik, serta perkembangan zaman. Ia mengajak mahasiswa untuk menganalisis Kurikulum 2013 dan bagaimana muatan lokal serta nilai-nilai keislaman bisa diintegrasikan secara efektif ke dalam kurikulum tersebut.

Mahasiswa diberikan tugas untuk mengembangkan rancangan pembelajaran berbasis kurikulum yang disesuaikan dengan kondisi riil madrasah. Dalam proses tersebut, mereka dibimbing untuk memahami struktur kurikulum, menyusun tujuan pembelajaran, merancang indikator, serta menentukan strategi dan model pembelajaran yang relevan.

“Pengembangan kurikulum harus berpijak pada kebutuhan siswa dan karakteristik lembaga. Guru tidak boleh hanya menjadi pelaksana, tetapi juga sebagai pengembang dan inovator kurikulum,” ujar Sutrisno Yusuf dalam arahannya kepada mahasiswa.

Mahasiswa sangat antusias mengikuti sesi tersebut. Mereka merasa mendapatkan pengalaman yang berharga karena bisa belajar langsung dari kepala madrasah yang juga memiliki latar belakang akademik dan praktisi pendidikan. Salah satu mahasiswa peserta PPL, Aulia Rahmadani, mengatakan bahwa pembimbingan ini memperluas pemahamannya tentang bagaimana guru bisa berkontribusi dalam pengembangan kurikulum di sekolah.

“Selama ini kami hanya mempelajari kurikulum dari sisi teori. Namun, melalui bimbingan Bapak Sutrisno, kami memahami bahwa kurikulum adalah bagian dari kehidupan pendidikan yang harus selalu berkembang dan disesuaikan,” ujar Aulia.

Selain teori dan diskusi, mahasiswa juga diberi kesempatan untuk menyusun perangkat pembelajaran yang relevan dengan hasil pengembangan kurikulum mereka. Hasil kerja tersebut kemudian dipresentasikan dan mendapat masukan langsung dari kepala madrasah serta guru pamong yang terlibat dalam PPL.

Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan wawasan mahasiswa dalam bidang pengembangan kurikulum, tetapi juga membentuk pola pikir kritis dan inovatif dalam merancang pembelajaran Pendidikan Agama Islam yang lebih bermakna. Sutrisno berharap agar mahasiswa PAI dapat menjadi agen perubahan yang membawa kurikulum madrasah menuju arah yang lebih relevan dan kontekstual.

Dengan adanya pembimbingan ini, mahasiswa diharapkan tidak hanya siap menjadi guru yang mengajar, tetapi juga mampu menjadi pengembang kurikulum yang adaptif terhadap kebutuhan zaman dan nilai-nilai Islam. PPL 2021 di MTs Nurul Yakin Kota Gorontalo pun menjadi pengalaman yang berharga dalam menyiapkan calon guru PAI yang profesional dan berwawasan luas.

Sebagai penutup kegiatan, pihak madrasah memberikan apresiasi kepada para mahasiswa atas partisipasi aktif dan semangat belajar mereka selama PPL. Kolaborasi antara dunia kampus dan madrasah ini diharapkan terus berlanjut demi mencetak pendidik yang unggul, berkompeten, dan berintegritas tinggi.