
Gorontalo – Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sultan Amai Gorontalo melalui Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) kembali mengukuhkan guru profesional. Pengukuhan Pendidikan Profesi Guru (PPG) dalam Jabatan bagi Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) Batch-2 Tahun 2024 ini berlangsung pada Sabtu, 24 Mei 2025, di Gedung Grand Palace Convention Center (GPCC).
Acara pengukuhan yang digelar secara hybrid ini mengangkat tema “Mewujudkan Transformasi Pendidikan Melalui Guru Profesional dan Berintegritas”. Rektor IAIN Sultan Amai Gorontalo, Prof. Dr. H. Zulkarnain Suleman, M.HI., secara langsung membuka kegiatan ini, menandai komitmen IAIN Sultan Amai Gorontalo dalam peningkatan kualitas pendidikan agama di Indonesia.
Turut hadir dalam acara penting ini adalah Ketua Jurusan PAI, Dr. Najamuddin Petta Solong, M.Ag., serta sejumlah dosen PAI yang terlibat sebagai asesor dan penguji Uji Kinerja (UKIN) PPG. Kehadiran para tokoh ini menunjukkan dukungan penuh terhadap program PPG yang strategis ini.
Dr. Najamuddin Petta Solong, M.Ag., dalam pernyataannya menegaskan pentingnya peran guru profesional dalam membentuk karakter dan moral generasi bangsa. “Pengukuhan ini bukan sekadar seremoni, melainkan sebuah penegasan bahwa para guru PAI yang telah dikukuhkan memiliki kompetensi dan integritas yang mumpuni untuk mengemban amanah besar dalam dunia pendidikan,” ujarnya.
Ia menambahkan, selaku salah satu asesor PPG LPTK FITK IAIN Sultan Amai Gorontalo dirinya senantiasa berkomitmen untuk terus berupaya agar guru-guru agama yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki akhlak mulia dan mampu menjadi teladan bagi peserta didiknya. “Melalui program PPG ini, kami membekali mereka dengan ilmu pengetahuan, keterampilan pedagogik, serta nilai-nilai keagamaan yang kuat,” imbuhnya.
Salah satu asesor PPG, Prof. Arten Mobonggi, M.Pd., juga menyampaikan pandangannya mengenai pentingnya integritas bagi seorang guru profesional. “Integritas adalah pondasi utama. Seorang guru profesional tidak hanya dituntut untuk menguasai materi pelajaran, tetapi juga harus mampu menanamkan nilai-nilai kejujuran, disiplin, dan tanggung jawab kepada siswa,” jelas Prof. Arten.
Menurutnya, proses PPG dalam Jabatan ini dirancang untuk memastikan bahwa setiap guru yang lulus telah melalui serangkaian uji kompetensi yang ketat, termasuk penilaian terhadap integritas dan etika profesional mereka. “Kami percaya bahwa guru yang berintegritas akan mampu menciptakan lingkungan belajar yang positif dan inspiratif,” tambahnya.