Sebanyak empat mahasiswa dari Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) IAIN Sultan Amai Gorontalo sukses melaksanakan kegiatan Asistensi Mengajar dalam program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) di Madrasah Ibtidaiyah (MI) Al Yusra Kota Gorontalo. Kegiatan ini berlangsung selama tiga bulan, mulai dari tanggal 6 Maret 2025 hingga 6 Juni 2025, dengan bimbingan langsung dari dosen pembina lapangan Aris Iskandar, M.Pd., dan guru pamong Jon D. Polutu, M.Pd.

Program Asistensi Mengajar MBKM ini bertujuan untuk memberikan pengalaman nyata kepada mahasiswa dalam dunia pendidikan dasar, khususnya dalam lingkungan madrasah. Selama menjalankan tugas di MI Al Yusra Kota Gorontalo, keempat mahasiswa tersebut aktif terlibat dalam berbagai kegiatan pembelajaran, baik di dalam maupun di luar kelas.

Dosen pembina lapangan, Aris Iskandar, M.Pd, menyampaikan bahwa program ini menjadi wadah pengembangan kompetensi pedagogik mahasiswa sebelum mereka benar-benar terjun ke dunia kerja sebagai calon pendidik profesional. Ia juga mengapresiasi semangat dan dedikasi para mahasiswa yang telah menunjukkan kinerja baik selama proses asistensi berlangsung.

Selain itu, guru pamong di MI Al Yusra Kota Gorontalo, Jon D. Polutu, M.Pd, menuturkan bahwa kehadiran para mahasiswa dari FITK IAIN Sultan Amai Gorontalo memberikan warna baru di lingkungan sekolah. Para mahasiswa turut membantu guru dalam merancang pembelajaran, mengelola kelas, serta mengembangkan media pembelajaran interaktif untuk para siswa.

Selama tiga bulan bertugas, para mahasiswa tidak hanya mengajar mata pelajaran umum seperti Bahasa Indonesia, Matematika, dan IPA, tetapi juga terlibat dalam pembinaan karakter siswa melalui kegiatan keagamaan seperti tadarus pagi dan salat dhuha berjamaah. Hal ini sejalan dengan visi MI Al Yusra Kota Gorontalo dalam mencetak generasi Qurani yang berakhlak mulia.

Kegiatan asistensi mengajar juga dilengkapi dengan pembuatan perangkat pembelajaran seperti Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), media ajar berbasis teknologi, serta evaluasi hasil belajar siswa. Para mahasiswa dibimbing secara intensif oleh guru pamong dan selalu dievaluasi oleh dosen pembina untuk memastikan kualitas pengajaran yang diberikan.

Menariknya, selama masa asistensi, mahasiswa juga mengadakan kegiatan ekstrakurikuler berupa lomba literasi dan seni Islami yang diikuti antusias oleh para siswa. Kegiatan ini menjadi sarana untuk mengasah kreativitas sekaligus meningkatkan minat belajar siswa di MI Al Yusra Kota Gorontalo.

Salah satu mahasiswa peserta asistensi, dalam wawancaranya, mengungkapkan bahwa pengalaman ini sangat berarti karena mereka dapat langsung mempraktikkan teori-teori pembelajaran yang didapatkan di kampus ke dalam situasi riil di sekolah. “Kami belajar bagaimana mengelola kelas, memahami karakter siswa, dan menyusun media ajar yang efektif,” tuturnya.

Kepala MI Al Yusra Kota Gorontalo juga menyampaikan terima kasih atas kepercayaan FITK IAIN Sultan Amai Gorontalo yang telah menempatkan mahasiswanya di madrasah ini. Ia berharap kerjasama ini dapat terus berlanjut di masa depan untuk mencetak calon guru profesional dan berintegritas tinggi.

Di penghujung kegiatan, dilaksanakan acara penutupan yang dihadiri oleh guru, siswa, serta perwakilan dari FITK IAIN Sultan Amai Gorontalo. Dalam acara tersebut, para mahasiswa menyampaikan kesan dan pesan selama menjalankan tugas asistensi di MI Al Yusra Kota Gorontalo.

Dengan berakhirnya kegiatan asistensi mengajar MBKM ini, para mahasiswa diharapkan mampu membawa bekal pengalaman dan keterampilan mengajar yang akan berguna dalam menghadapi tantangan dunia pendidikan ke depan. Program ini juga menjadi bukti nyata sinergi antara perguruan tinggi dan madrasah dalam mencetak generasi pendidik masa depan.