Gorontalo – Civitas Akademika Prodi PAI kembali menunjukkan komitmennya terhadap aksi kemanusiaan melalui kegiatan donor darah sukarela yang diselenggarakan oleh IAIN Sultan Amai Gorontalo bekerjasama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Gorontalo, acara ini sukses digelar pada Rabu, 20 Mei 2025, bertempat di Aula Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) Kampus 2 IAIN Sultan Amai Gorontalo.

Kegiatan donor darah ini menjadi ajang bagi seluruh civitas akademika IAIN Sultan Amai Gorontalo khususnya Prodi PAI untuk berpartisipasi, dengan keterlibatan aktif dari dosen dan mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI). Mereka menunjukkan antusiasme yang tinggi dalam mendonorkan darahnya sebagai wujud kepedulian terhadap sesama yang membutuhkan, menegaskan nilai-nilai sosial yang ditanamkan di kampus.

Antusiasme para peserta terlihat jelas dari capaian jumlah kantong darah yang berhasil terkumpul. Dari kegiatan yang bertajuk “Donor Darah Road to Campus” ini, PMI Provinsi Gorontalo berhasil mengumpulkan total 88 kantong darah. Distribusi golongan darah yang terkumpul meliputi:

Golongan Darah A sebanyak 9 kantong, Golongan Darah B sebanyak 24 kantong, Golongan Darah O sebanyak 51 kantong, dan Golongan Darah AB sebanyak 4 kantong. Jumlah ini menunjukkan keberhasilan kolaborasi antara IAIN Sultan Amai Gorontalo dan PMI dalam mendukung ketersediaan stok darah di Gorontalo.

Dr. Habibie Yusuf, M.Pd., selaku Sekretaris Jurusan PAI, menyampaikan apresiasinya atas partisipasi dosen dan mahasiswa. “Kami sangat bangga melihat semangat kemanusiaan yang tinggi dari civitas akademika kami. Kegiatan ini bukan hanya tentang menyumbangkan darah, tetapi juga menanamkan nilai-nilai kepedulian dan solidaritas sosial, yang merupakan bagian integral dari pendidikan agama,” ujarnya.

Ketua Jurusan PAI Dr. Najamuddin Petta Solong, M.Ag., menambahkan, “Partisipasi aktif dari Prodi PAI dalam kegiatan seperti ini menunjukkan bahwa kami tidak hanya fokus pada pengembangan intelektual, tetapi juga pada pembentukan karakter mahasiswa yang peduli terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar.”

Apriliyanus R. Pratama., salah satu dosen PAI yang ikut berpartisipasi, menekankan pentingnya kegiatan donor darah sebagai bentuk nyata kontribusi kepada masyarakat. “Setetes darah yang kita donorkan bisa menyelamatkan nyawa. Ini adalah bentuk ibadah sosial yang sangat mulia, sejalan dengan ajaran agama untuk saling tolong-menolong,” katanya. Menurutnya, kesadaran akan pentingnya donor darah harus terus digalakkan, terutama di kalangan generasi muda. “Semoga kegiatan ini bisa menjadi agenda rutin dan menginspirasi lebih banyak orang untuk berpartisipasi,” tambahnya.