GORONTALO – Senin/23 September 2024, Mahasiswa dan dosen Prodi PAI Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) ikut terlibat dalam kegiatan yang diawali dengan wisuda sarjana di IAIN Sultan Amai Gorontalo. Kampus peradaban ini baru saja sukses menggelar sebuah seminar internasional bertajuk “The Integration of Religious Philosophy and Sciences”. Bertempat di Auditorium Lantai 4 Rektorat IAIN Sultan Amai Gorontalo, acara ini sukses menarik perhatian banyak mahasiswa dan dosen yang ingin mendalami hubungan kompleks antara agama, filsafat, dan sains.

Seminar ini menghadirkan tiga pembicara kunci yang sangat berkompeten: Dr. Kartini Binti Kamaruzzaman dari Universiti Sains Islam Malaysia. Topik menarik dibahas, mulai dari harmoni antara agama dan sains, peran vital filsafat dalam memahami realitas, pengaruh agama terhadap perkembangan sains, hingga pembahasan mendalam mengenai etika sains dan dampaknya bagi masyarakat.

Dr. Kartini Binti Kamaruzzaman dalam presentasinya menyoroti bahwa dunia Islam klasik sudah jauh lebih dulu mengenal sains. Ia menyebutkan contoh-contoh pemikir Muslim seperti Al-Kindi, Al-Farabi, dan Ibnu Sina yang berhasil memperkenalkan sains Islam, bahkan menjadi rujukan bagi ilmuwan Barat hingga saat ini.

Dekan FITK Dr. Said Subhan Posangi, M.Pd. yang turut hadir dalam kegiatan ini mengapresiasi atas upaya semua pihak atas Kerjasama dengan USIM ini dengan menggelar seminar dengan menghadirkan nararsumber kunci yang menguraikan harmoni agama dan sains yang terlihat jelas dalam pemikiran filosof Abad Pertengahan seperti Ibnu Rusyd. Menurut Ibnu Rusyd, agama dan filsafat tidak bertentangan karena keduanya memiliki tujuan yang sama, yaitu mengenal Tuhan. Filsafat, katanya, bertugas menyelidiki realitas sebagai bukti keberadaan Tuhan, sementara agama membimbing moral dan spiritual.

Sementara itu, Ketua Jurusan PAI Dr. Najamuddin Petta Solong, M.Ag. dalam kesempatan tersebut mengaku senang dengan kegiatan ini yang menurutnya penting bagi mahasiswa maupun dosen karena memberikan pencerahan bahwa ilmu pengetahuan itu sangatlah luas dan saling melengkapi. Ia mencontohkan Al-Quran, khususnya QS. Ali Imran: 190-191, yang secara ilmiah menjelaskan tanda-tanda kekuasaan Allah pada penciptaan langit dan bumi, serta pergantian siang dan malam, menunjukkan bahwa Al-Quran sangat relevan dengan sains.

Seminar ini berlangsung sangat interaktif, dengan sesi tanya jawab yang memungkinkan peserta berpartisipasi aktif. Mahasiswa mendapatkan wawasan baru tentang keterkaitan erat antara agama, filsafat, dan sains, serta pemahaman yang lebih segar terkait isu-isu tersebut.

Melalui seminar internasional ini, Wakil Dekan 1 FITK IAIN Sultan Amai Gorontalo Dr. Herson Anwar, M.Pd. berharap terutama kepada mahasiswa yang telah lulus diwisuda dapat terus memperkaya pemahaman dan wawasan, sekaligus memperkuat dialog antara agama, filsafat, dan sains untuk mencapai pemahaman yang lebih komprehensif tentang kehidupan.