
Gorontalo – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) IAIN Sultan Amai Gorontalo. Muh Abdul Mundzil I. Hasan, mahasiswa aktif jurusan PAI, berhasil masuk dalam 10 besar pada ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat Internasional yang diselenggarakan pada 22 Maret 2025.
Kompetisi bergengsi ini diikuti oleh peserta dari berbagai negara di dunia. Bertempat secara daring dan luring di beberapa titik internasional, kegiatan ini merupakan bagian dari promosi dakwah Islam melalui seni membaca Al-Qur’an yang dikemas secara profesional dan berkelas dunia.
Muh Abdul Mundzil I. Hasan tampil mewakili kampus IAIN Sultan Amai Gorontalo, sekaligus menjadi satu-satunya peserta dari Indonesia Timur yang berhasil menembus 10 besar. Penampilannya yang memukau dengan suara merdu, tajwid yang fasih, dan adab tilawah yang sempurna menuai banyak pujian dari dewan juri internasional.
Perjalanan Mundzil menuju ajang internasional bukanlah hal yang mudah. Sebelumnya, ia telah menjuarai berbagai kompetisi MTQ di tingkat daerah, provinsi, bahkan nasional. Konsistensinya dalam mendalami ilmu Qira’ah dan bimbingan dari para dosen menjadikannya sosok qari muda yang potensial.
Prestasi ini tidak hanya membanggakan pribadi Mundzil, tetapi juga mengharumkan nama Prodi PAI IAIN Sultan Amai Gorontalo di kancah internasional. Banyak pihak menyambut gembira pencapaian ini, termasuk kalangan akademisi dan sivitas kampus.
Ketua Jurusan PAI, Dr. Najamuddin Petta Solong, M.Ag., turut memberikan tanggapannya atas pencapaian membanggakan tersebut. “Ini adalah bukti bahwa mahasiswa PAI IAIN Sultan Amai Gorontalo memiliki potensi luar biasa. Mundzil telah menginspirasi kita semua, bahwa dengan tekad, usaha, dan doa, mahasiswa bisa bersaing di level global,” ujarnya saat diwawancarai. Beliau juga menambahkan bahwa capaian tersebut menjadi motivasi bagi Prodi PAI untuk terus meningkatkan pembinaan dan pelatihan tilawah Al-Qur’an bagi mahasiswa, agar kelak lahir lebih banyak lagi generasi Qur’ani dari Gorontalo yang mendunia.
Kehadiran Mundzil di MTQ internasional juga membuka peluang kolaborasi antara kampus dan lembaga-lembaga tahfidz serta pembinaan tilawah Al-Qur’an, guna mencetak qari-qari muda yang berkualitas dari Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN). Muh Abdul Mundzil sendiri mengungkapkan rasa syukurnya setelah masuk 10 besar. “Alhamdulillah, ini semua karena doa orang tua, bimbingan dosen, dan dukungan teman-teman. Saya persembahkan ini untuk kampus tercinta dan masyarakat Gorontalo,” ucapnya haru.
Selama pelaksanaan MTQ internasional, ia juga mendapat perhatian dari media dan beberapa pihak panitia yang tertarik dengan kualitas bacaannya. Bahkan, ada rencana dari salah satu lembaga internasional untuk mengundangnya sebagai tamu qari dalam acara dakwah internasional berikutnya.
Dekan FITK IAIN Sultan Amai Gorontalo, dalam sambutan tertulisnya, menyampaikan kebanggaan dan apresiasi setinggi-tingginya atas capaian Mundzil. Ia menyebut bahwa ini menjadi semangat baru bagi pengembangan potensi mahasiswa di bidang seni baca Al-Qur’an. Ke depan, Jurusan PAI berencana membentuk tim khusus pembinaan MTQ kampus yang akan fokus pada pengembangan kemampuan tilawah, tahfidz, dan tafsir mahasiswa. Program ini akan menggandeng alumni dan qari nasional sebagai mentor.
Prestasi ini menjadi tonggak penting bagi IAIN Sultan Amai Gorontalo dalam menampilkan peran strategisnya sebagai lembaga pendidikan Islam yang tidak hanya unggul di bidang akademik, tetapi juga dalam kontribusi nyata membina generasi Qur’ani yang mampu bersinar di level dunia.