Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan IAIN Sultan Amai Gorontalo melakukan penandatangan Memorandum of Agreement (MoA) dengan 6 Ormas Keagamaan dan 2 Pondok Pesantren Serta 1 Masjid pada Sabtu Pagi (24/8/2024). Penandatangan MoA ini dirangkaikan dengan pelaksanaan Pengabdian Kepada Masyarakat Berupa Kuliah Dhuha Ke-76 Pondok Pesantren Azharul Khairaat Gorontalo Bersama Universitas Negeri Gorontalo dan Prodi PAI FITK IAIN Sultan Amai Gorontalo. Kegiatan rutin setiap pekan ini merupakan bagian dari kegiatan Tri Dharma Perguruan Tinggi di bidang pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh kedua pihak guna tercapainya visi keilmuan Prodi PAI.
Kegiatan Kuliah Dhuha Ke-76 berlangsung di Masjid Sabilurrasyad Universitas Negeri Gorontalo sebagaimana biasanya menghadirkan narasumber tetap yaitu Prof. Dr. Hariadi Said, MS., Ust. H. Husni Idrus, Lc., M.S.I., dan Dr. Najamuddin Petta Solong, M.Ag., yang dihadiri hampir seribuan orang yang terdiri atas mahasiswa dan dosen UNG, pengurus dan jamaah Masjid Sabilurrasyad UNG, pengurus dari berbagai komponen ormas keagamaan, dan majelis taklim dan anggota Dharma Muslimah Pondok Pesantren Azharul Khairaat Gorontalo binaan Ust. H. Husni Idrus, Lc., M.S.I. Seluruh peserta Kuliah Dhuha telah berdatangan sejak pukul 6.00 s.d. 09.00 WITA.


Kegiatan ini dirangkaikan dengan penandantangan piagama kerjasama antara FITK IAIN Sultan Amai Gorontalo dengan sejumlah komponen yang menyepakati 8 point program pengabdian di bidang dakwah yaitu: (1) Dakwah intelektual masjid kampus maupun masjid di luar kampus dalam rangka pembinaan iman dan takwa dan menangkal gerakan radikalisme, (2) Pengembangan minat baca bagi mahasiswa, jamaah masjid, dan anggota organisasi keagamaan; (3) Program sinergitas secara daring maupun luring dalam peneguhan pilar kehidupan berbangsa dan bernegara serta beragama; (4) Pendampingan kegiatan kemasyarakatan dan keagamaan bersama untuk dipublikasikan melalui media dan jurnal pengabdian masyarakat; (5) Kajian rutin keagamaan dan zikir di masjid atau di luar masjid dengan format kegiatan yang beragam; (6) Dialog organisasi keagamaan dalam membangun silaturahmi antar ormas keagamaan di daerah, pusat, maupun internasional; (7) Kegiatan enterpreneurship sosial religius baik dalam bentuk pengajaran maupun program aksi di berbagai bidang kehidupan; (8) Menulis buku khutbah dan buku keislaman secara bersama sebagai referensi yang disebarluaskan dan digunakan oleh masyarakat muslim di Indonesia maupun dunia dengan menggandeng ulama atau penulis dari berbagai negara.
Salah satu implementasi dari MoA adalah dengan kegiatan Pengadian Masyarakat yang dilakukan pada hari yang sama yang telah dimulai oleh Pondok Pesantren Azharul Khairaat Gorontalo yang menggandeng narasumber dari Prodi PAI semenjak dua tahun yang lalu dan dengan adanya penandatangan perjanjian kerjasama ini diharapkan dapat memperluas kerjasama dalam berbagai program yang positif namun produktif untuk menyebarluaskan dakwah Islam rahmatan lil alamin di bumi Allah ini.
KH. Husni Idrus, dalam wawancara setelah acara, menyampaikan harapannya agar kuliah Dhuha ini dapat menjadi wadah untuk menghidupkan Islam dan berdakwah bersama tanpa memandang perbedaan golongan atau organisasi. “Harapan saya adalah agar melalui kuliah Dhuha ini kita bisa menghidupkan Islam tanpa khilafiyah, membangun ukhuwah, dan merajut kebersamaan dalam berdakwah. Dakwah adalah tanggungjawab kita semua dan menjadi wadah untuk menambah ilmu pengetahuan serta syi’ar Islam,” ujarnya
Ketua Majelis Taklim Nidaa Ul Khairaat, Kelurahan Pauwo, yang juga hadir dalam acara tersebut, mengungkapkan rasa syukurnya atas pelaksanaan kuliah Dhuha. “Saya merasa bersyukur dengan adanya kuliah Dhuha ini karena menjadi wadah untuk belajar dan membangun ukhuwah Islamiyyah. Acara ini memungkinkan kita untuk saling silaturahmi, meningkatkan kekuatan dan semangat kita dalam berdakwah bersama,” katanya.
Pelaksanaan diawali dengan shalat Dhuha berjamaah yang dipimpin oleh KH. Husni Idrus, LC., M.Si, selaku pimpinan Yayasan dan pengasuh Pondok Pesantren Azharul Khairaat. Kegiatan dilanjutkan dengan zikir dan ruqyah, yakni zikir kali ini difokuskan pada doa untuk keselamatan negeri, khususnya dari bala’ dan bencana. Acara kuliah Dhuha kali ini berlangsung secara akbar. Sebagai penutup acara, dilakukan penandatanganan perjanjian kerjasama antara ormas Islam dan pihak kampus. Kerjasama ini diharapkan dapat melahirkan berbagai program dan kegiatan yang bermanfaat untuk peningkatan kualitas dakwah dan syi’ar Islam.


Menurut Ketua Prodi PAI, Dr. Najamuddin Petta Solong, M.Ag., kegiatan ini merupakan langkah untuk membuat perjajian kerjasama antara prodi, fakultas, sampai di tingkat institut. Kedua belah pihak setuju melakukan kerjasama yang ditandai dengan penandatanganan perjanjian kerja,” ujar Najamuddin Petta Solong sebagai inisiator pelaksanaan perjanjian kerjasama tersebut. Najamuddin menjelaskan, “Dengan ditekennya perjanjian kerjasama ini makin memberikan landasan dan motivasi yang kuat untuk menjalankan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan dengan berbagai komponen bahkan melibatkan ulama dari berbagai negara, jelasnya.
Jalinan kerjasama ini disambut hangat ketua takmirul masjid Sabilurrasyad UNG, seperti yang disampaikan Prof. Dr. Haris Panai, M.Pd., yang menyatakan bahwa selain membuka acara kegiatan Kuliah Dhuha dirangkai dengan MoA dan Pengabdian Kepada Masyarakat antar berbagai komponen ini, dirinya sangat mengapresiasi kegiatan ini. Haris Panai mengatakan dengan jalinan kerjasama dan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat bersama ini diharapkan bisa menjadi upaya untuk memajukan program masjid, ormas keagamaan dan kampus serta pondok pesantren ke arah yang lebih maju, ujar ketua takmirul masjid yang juga guru besar di UNG.