
Bangkok, Thailand– Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh sivitas akademika Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) IAIN Sultan Amai Gorontalo. Sekretaris Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI), Dr. Nur Wahidah Thayib Pido, M.Pd., dipercaya menjadi salah satu presenter dalam International Conference on Future of Education (ICFE) 2026 yang diselenggarakan pada 9–10 Juli 2026 di Salatha Hall, Ambassador Hotel, Bangkok, Thailand.
Konferensi internasional International Conference on Future of Education (ICFE) 2026 mengusung tema “Advanced Excellence in Education through Purposeful Technology Integration”. Tema ini menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi secara terarah, inovatif, dan berorientasi pada peningkatan mutu pendidikan di tengah pesatnya transformasi digital global. Konferensi tersebut menghadirkan akademisi, peneliti, praktisi pendidikan, serta para pengambil kebijakan dari berbagai negara untuk berbagi gagasan, hasil riset, dan pengalaman dalam mengembangkan sistem pendidikan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi. Kegiatan ini diselenggarakan oleh The International Institute of Knowledge Management (TIIKM), Sri Lanka, sebagai forum ilmiah internasional yang bertujuan mempertemukan para pakar pendidikan dari berbagai belahan dunia guna mendiseminasikan hasil penelitian, memperkuat jejaring kolaborasi akademik, serta mendorong lahirnya inovasi dan kerja sama internasional dalam bidang pendidikan.

Rangkaian kegiatan hari pertama diawali dengan Opening Remarksyang disampaikan oleh Mr. Isanka P. Gamage, Managing Director sekaligus Co-Founder The International Institute of Knowledge Management (TIIKM), Sri Lanka. Selanjutnya, peserta kegiatan mengikuti Welcome Speechdari Dr. Brian D. Beitzel, Associate Dean and Professor, School of Education, Human Ecology and Sport Studies, SUNY Oneonta, Amerika Serikat, bersama Asst. Prof. Dr. Udomluk Koolsrijoj, Dean of Faculty of Education, Kasetsart University, Thailand.
Konferensi kemudian dilanjutkan dengan Keynote Speech bertajuk “Artificial Intelligence and Education: Integration with Society and Sustainability Models”yang disampaikan oleh Prof. Daniel Burgos, UNESCO Chair in Learning and Education, President of MIU City University Miami (USA), serta Vice-Rector for International Research, Universidad Internacional de La Rioja (UNIR), Spanyol. Dalam pemaparannya, Prof. Burgos menyoroti pentingnya pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) dalam dunia pendidikan yang tetap berorientasi pada keberlanjutan, etika, dan kemaslahatan masyarakat.
Salah satu delegasi dari IAIN Sultan Amai Gorontalo, Dr. Nur Wahidah Thayib Pido, M.Pd., yang juga merupakan dosen Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan sekaligus Sekretaris Program Studi Pendidikan Agama Islam, dijadwalkan menjadi presenter pada hari kedua, 10 Juli 2026, pukul 15.00 waktu Bangkok (Thailand). Pada kesempatan tersebut, beliau akan mempresentasikan hasil penelitiannya yang berjudul “overcoming speaking anxiety and limited fluency through AI assisted english conversation practice “di hadapan peserta konferensi yang berasal dari berbagai negara.

Selain berpartisipasi sebagai presenter, Dr. Nur Wahidah Thayib Pido bersama Ketua Program Studi Tadris Bahasa Inggris, Dr. Enni Ahmad, M.Pd., juga melaksanakan Penandatanganan kerja sama (MOU) dengan beberapa instititui lain. Kerja sama tersebut diharapkan dapat memperkuat kolaborasi internasional dalam bidang pendidikan, penelitian, publikasi ilmiah, pertukaran akademik, serta pengembangan kapasitas dosen dan mahasiswa. Dosen IAIN Sultan Amai Gorontalo dalam forum ilmiah internasional ini menjadi salah satu bentuk komitmen institusi dalam mendukung internasionalisasi perguruan tinggi sekaligus meningkatkan rekognisi akademik di tingkat global. Melalui kegiatan ini diharapkan terjalin jejaring kolaborasi yang lebih luas untuk mendukung peningkatan mutu tridarma perguruan tinggi, khususnya di lingkungan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan serta Program Studi Pendidikan Agama Islam.
Dekan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, Prof. Dr. H. Arten Mobonggi, M.Pd., menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut. Menurutnya, keikutsertaan dosen FITK sebagai presenter pada konferensi internasional merupakan bukti nyata meningkatnya kualitas sumber daya manusia di lingkungan fakultas.
Kami mengucapkan selamat dan memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Dr. Nur Wahidah Thayib Pido, M.Pd., dan Dr. Enni Ahmad, M.Pd atas partisipasinya sebagai presenter pada konferensi internasional ini. Semoga kegiatan ini semakin memperkuat rekognisi akademik FITK IAIN Sultan Amai Gorontalo di tingkat internasional serta membuka peluang kerja sama yang lebih luas di bidang pendidikan, penelitian, dan publikasi ilmiah,” ungkap Prof. Arten Mobonggi.
Senada dengan itu, Ketua Program Studi Pendidikan Agama Islam, Rinaldi Datunsolang, M.Pd. menyatakan bahwa keikutsertaan Sekretaris Prodi PAI dalam konferensi internasional merupakan kebanggaan sekaligus motivasi bagi seluruh sivitas akademika Program Studi Pendidikan Agama Islam.”Keikutsertaan Dr. Nur Wahidah Thayib Pido sebagai presenter pada forum internasional merupakan prestasi yang membanggakan bagi Prodi PAI. Kami berharap pengalaman dan jejaring akademik yang diperoleh dapat memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan kualitas pembelajaran, penelitian, publikasi ilmiah, serta internasionalisasi Program Studi Pendidikan Agama Islam IAIN Sultan Amai Gorontalo,” ungkap Rinaldi Datunsolang.
Partisipasi aktif dosen FITK dalam forum akademik internasional ini diharapkan semakin memperkuat posisi IAIN Sultan Amai Gorontalo sebagai perguruan tinggi yang terus berkomitmen meningkatkan mutu pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat melalui kolaborasi global dan pengembangan budaya akademik yang unggul.