Gorontalo, 19 Juni 2025 – Dalam struktur organisasi FITK Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sultan Amai Gorontalo, nama Hj. Laila Mada, S.Pd., adalah representasi dari dedikasi dan profesionalisme yang multifaset. Mengemban peran krusial di dua pilar penting, yakni administrasi keuangan dan kearsipan, beliau telah menunjukkan komitmen luar biasa dalam memastikan transparansi, akuntabilitas, dan terjaganya memori institusi.

Perjalanan karier Hj. Laila Mada di lingkungan kampus ini memiliki akar yang kuat dalam bidang keuangan. Jauh sebelum IAIN Sultan Amai Gorontalo berdiri sebagai universitas Islam negeri, tepatnya pada 6 hingga 29 Oktober 2004, beliau telah menunjukkan kapabilitasnya sebagai bendaharawan. Saat itu, sebagai Bendaharawan di STAIN Sultan Amai Gorontalo, ia berhasil Lulus dalam Pendidikan dan Pelatihan Bendahara Pengeluaran Angkatan IV yang diselenggarakan oleh Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan.

Pelatihan intensif selama 112 jam pelajaran tersebut membekalinya dengan pemahaman mendalam tentang pengelolaan keuangan negara, yang menjadi fondasi bagi akuntabilitas dan tata kelola yang baik di institusi pendidikan. Keahlian ini sangat esensial dalam mendukung operasional kampus kala itu.

Seiring berjalannya waktu, fokus keahlian Hj. Laila Mada meluas ke bidang kearsipan, sebuah domain yang krusial untuk menjaga integritas dan memori institusi. Puncak pengakuan formalnya di bidang ini datang pada 1 Agustus 2020, ketika ia secara resmi diangkat dalam Jabatan Fungsional Arsiparis jenjang Ahli Pertama oleh Kementerian Agama Republik Indonesia, dengan akumulasi 25 angka kredit.

Pengangkatan ini menempatkan beliau sebagai salah satu garda terdepan dalam pengelolaan arsip IAIN Sultan Amai Gorontalo, memastikan bahwa seluruh dokumen penting, baik fisik maupun digital, terorganisir dengan baik, mudah diakses, dan terjaga keotentikannya. Peran seorang arsiparis ahli menjadi vital dalam mendukung kebutuhan data dan histori institusi.

Komitmen Hj. Laila Mada terhadap bidang kearsipan terus dipertajam melalui partisipasi aktif dalam berbagai kegiatan pengembangan profesional. Salah satunya adalah Workshop Pengelolaan dan Penyelamatan Arsip Penanganan Covid-19 yang diselenggarakan oleh Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) pada 29 Juli 2020. Ini menunjukkan adaptabilitas beliau dalam menghadapi tantangan baru dan memastikan arsip vital tetap terjaga dalam kondisi krisis.

Tidak hanya itu, pada 16 Februari 2021, ia juga menjadi peserta dalam Webinar Pengelolaan Arsip Statis Seri #1 dengan tema “Pengelolaan Arsip Terjaga”, yang dihelat secara virtual oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Provinsi Jawa Barat. Partisipasi ini semakin memperkaya wawasan beliau mengenai praktik terbaik dalam mengelola arsip statis yang memiliki nilai historis dan ilmiah tinggi.

Kehadiran Hj. Laila Mada dengan dualisme keahlian ini memberikan kontribusi yang sangat signifikan bagi IAIN Sultan Amai Gorontalo. Kemampuannya dalam mengelola keuangan secara transparan dan menjaga kearsipan secara profesional menjadi jaminan bagi keberlangsungan administrasi yang sehat dan terpercaya di lingkungan kampus.

Dr. H. Said Subhan Posangi, M.Pd.I., Dekan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) IAIN Sultan Amai Gorontalo, menyampaikan apresiasi mendalam atas peran Hj. Laila Mada. “Ibu Laila Mada adalah aset yang sangat berharga bagi FITK dan IAIN secara keseluruhan. Pengalamannya yang panjang sebagai bendaharawan memberikan pemahaman fundamental tentang pengelolaan aset dan keuangan kampus,” tutur Dekan. “Ditambah dengan perannya sebagai Arsiparis Ahli, beliau memastikan bahwa setiap jejak langkah dan keputusan institusi terekam dengan baik. Ini esensial untuk akuntabilitas dan pengambilan keputusan berbasis data di masa depan.”

Senada dengan itu, Dr. Andi Nurwati, M.Pd., Sekretaris Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) IAIN Sultan Amai Gorontalo, juga menegaskan pentingnya peran Hj. Laila Mada. “Dalam konteks penjaminan mutu, ketersediaan dan keakuratan arsip adalah kunci. Ibu Laila Mada dengan keahlian arsiparisnya, menjadi jaminan bagi kami di LPM untuk dapat melacak dan memverifikasi data yang dibutuhkan dalam proses akreditasi dan evaluasi internal,” jelas Dr. Andi Nurwati. “Ketelitian beliau dalam pengelolaan arsip sangat mendukung upaya kami dalam menjaga dan meningkatkan kualitas layanan akademik dan non-akademik di kampus.”

Dengan latar belakang yang kuat di bidang keuangan dan keahlian yang terus diasah dalam bidang kearsipan, Hj. Laila Mada, S.Pd., berdiri sebagai salah satu pilar utama yang mendukung operasional, transparansi, dan penjaminan mutu di IAIN Sultan Amai Gorontalo tak terkecuali di FITK khususnya Prodi PAI, ungkap Ketua Jurusan PAI Dr. Najamuddin Petta Solong, M.Ag. Kontribusinya yang komprehensif menjadikannya figur yang tak tergantikan dalam memastikan integritas dan keberlanjutan institusi.