Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) IAIN Sultan Amai Gorontalo menggelar Studium Generale dengan tema “Artificial Intelligence (AI) dan Tantangan Bagi Otoritas Akademik dan Keilmuwan” pada Selasa, 9 September 2025. Kegiatan ini berlangsung di Aula FITK, Kampus II IAIN Sultan Amai Gorontalo, dan dihadiri oleh ratusan mahasiswa serta dosen.

Kuliah umum ini menghadirkan narasumber Dr. Nur Wahidah Thayib Pido, M.Pd., yang membahas tentang konsep AI dan perkembangannya. AI merujuk pada sistem atau mesin yang dapat menjalankan tugas yang sebelumnya memerlukan kecerdasan manusia. AI memiliki kemampuan untuk belajar dan beradaptasi secara otomatis, yang memungkinkan mesin untuk semakin cerdas seiring berjalannya waktu.

Dalam paparannya, Dr. Nur Wahidah Thayib Pido, M.Pd. menjelaskan bahwa AI telah berkembang pesat sejak tahun 1950-an, ketika Alan Turing melakukan eksperimen “Turing Test” untuk menguji apakah mesin dapat menunjukkan kecerdasan yang mirip dengan manusia. Meskipun eksperimen ini belum memberikan hasil yang optimal, hal itu menandai awal mula pengembangan AI.

Dr. Nurwahidah Pido juga menjelaskan bahwa AI memiliki tiga tahapan proses kerja, yaitu generalized learning, reasoning, dan problem solving. Dengan kemampuan ini, AI dapat memproses dan memahami pola bahasa manusia, serta melakukan tugas-tugas yang kompleks.

Dalam konteks pendidikan, Dr. Nurwahidah Pido mengungkapkan bahwa ada tiga tantangan utama yang dihadapi Indonesia. Pertama, ada anggapan bahwa pendidikan adalah investasi yang kurang menguntungkan. Kedua, banyak yang berpandangan bahwa pendidikan tidak relevan dengan dunia kerja, karena banyak pekerja yang tidak bekerja sesuai dengan latar belakang pendidikan mereka.

Ketiga, ada persepsi bahwa pendidikan terlalu teoritis dan kurang aplikatif dalam dunia nyata. Oleh karena itu, Dr. Nurwahidah Pido menekankan pentingnya mengintegrasikan AI dalam pendidikan untuk meningkatkan kualitas dan relevansi pendidikan.

Ketua Jurusan PAI Dr. Najamuddin Petta Solong, M.Ag., berharap Studium Generale ini dapat memberikan wawasan baru bagi mahasiswa dan dosen tentang peran AI dalam pendidikan dan tantangan yang dihadapi dalam mengintegrasikan AI dalam sistem pendidikan.

Kegiatan ini dihadiri oleh ketua senat Prof. Dr. Kasim Yahiji, M.Ag., ketua LPM Dr. Herson Anwar, M.Pd., dekan dan para wakil dekan FITK, ketua/sekretaris Jurusan, para dosen dan tenaga kependidikan, serta ratusan mahasiswa secara tatap muka. Kehadiran dosen dan mahasiswa Prodi PAI menunjukkan tingginya minat dan antusiasme terhadap topik yang dibahas.

Dr. Nurwahidah Pido juga menjelaskan bahwa teknologi deep learning dan transformer models telah digunakan dalam pengembangan AI. Selain itu, GPT-3 yang dikembangkan oleh OpenAI juga telah menunjukkan kemampuan yang luar biasa dalam memproses bahasa manusia.

Dengan kemajuan AI yang pesat, Dr. Nurwahidah Pido menekankan pentingnya memahami tantangan dan peluang yang dihadapi dalam mengintegrasikan AI dalam pendidikan. Oleh karena itu, Studium Generale ini diharapkan dapat menjadi langkah awal bagi mahasiswa dan dosen untuk memahami dan mengintegrasikan AI dalam pendidikan.

Dekan FITK Dr. Said Subhan Posangi, M.Ag., berharap kegiatan ini dapat mempromosikan diskusi dan penelitian tentang AI dalam pendidikan, serta meningkatkan kesadaran tentang pentingnya mengintegrasikan AI dalam sistem pendidikan.

Prodi PAI IAIN Sultan Amai Gorontalo terus berupaya dapat menyiapkan layanan akademik yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan perkembangan teknologi. Studium Generale ini diharapkan dapat menjadi salah satu langkah penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan di IAIN Sultan Amai Gorontalo.