Ketua Prodi PAI Dr. Najamuddin Petta Solong, M.Ag. mengapresiasi kehadiran sejumlah dosen PAI pada kegiatan yang digelar oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) IAIN Sultan Amai Gorontalo berupa Focus Group Discussion (FGD) Finalisasi dan Pengukuhan Pedoman Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS) IAIN Sultan Amai Gorontalo Menuju Kampus Bebas Kekerasan Seksual. Kegiatan ini berlangsung di Aula LP2M Kampus 1 IAIN Sultan Amai Gorontalo pada Kamis, 11 September 2025.

FGD ini mengusung tema “Transformasi PTKIN Menuju Kampus Responsif Gender, Melalui PPKS dan Kerjasama Strategis”. Kegiatan ini dibuka oleh Rektor IAIN Sultan Amai Gorontalo, Prof. Dr. H. Zulkarnain Suleman, M.HI, yang menekankan pentingnya menciptakan kampus yang aman dan bebas dari kekerasan seksual.

Narasumber pada kegiatan ini adalah Dr. Rosmini Amin, M.Th.I, yang membahas tentang pentingnya pedoman PPKS dalam menciptakan kampus yang responsif gender. Beliau juga menekankan bahwa kerjasama strategis antara berbagai pihak sangat penting dalam mencegah dan menangani kekerasan seksual di kampus.

Kegiatan FGD ini bertujuan untuk memfinalisasi pedoman PPKS IAIN Sultan Amai Gorontalo dan meningkatkan kesadaran civitas akademika tentang pentingnya mencegah dan menangani kekerasan seksual di kampus. Dengan adanya pedoman PPKS, diharapkan IAIN Sultan Amai Gorontalo dapat menjadi kampus yang aman dan nyaman bagi seluruh civitas akademika termasuk di Prodi PAI.

FGD ini juga menjadi kesempatan bagi peserta khususnya dosen Prodi PAI untuk berdiskusi dan memberikan masukan tentang pedoman PPKS. Dengan demikian, pedoman PPKS dapat disusun dengan lebih efektif dan sesuai dengan kebutuhan kampus.

IAIN Sultan Amai Gorontalo berkomitmen untuk menciptakan kampus yang berbasis Islam bebas dari kekerasan seksual dan responsif gender. Kegiatan FGD ini menurut Kepala Pusat Studi Gender dan Anak Ruwiah Abdullah Buhungo, M.Pd.I. yang juga dosen Prodi PAI merupakan salah satu langkah penting dalam mencapai tujuan tersebut.

“Alhamdulillah, hari ini terlaksana FGD sekaligus pengukuhan pedoman PPKS di IAIN Sultan Amai Gorontalo walaupun kegiatan ini baru bisa dilaksanakan dipenghujung masa jabatan kami sebagai Kepala PSGA dan Ketua PPKS kami berharap ini bisa menjadi pijakan untuk periode selanjutnya,
sehingga kampus tercinta senantiasa menjadi ruang yang aman, nyaman, dan bebas dari kekerasan seksual”, ungkap Ruwiah Buhungo.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan IAIN Sultan Amai Gorontalo dapat menjadi contoh bagi kampus lain dalam menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi seluruh civitas akademika tak terkecuali bagi mahasiswa maupun dosen Prodi PAI.