Gorontalo, 21 November 2021 – Fakultas Tarbiyah IAIN Sultan Amai Gorontalo kembali menghadirkan sosok praktisi pendidikan dalam kegiatan dosen tamu mata kuliah Pembelajaran Fikih. Kegiatan yang berlangsung pada tahun 2021 ini menghadirkan Dr. Waris Masuara, M.HI., yang juga menjabat sebagai Kepala MAN 1 Kota Gorontalo. Kehadirannya memberikan warna baru dalam proses pembimbingan mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI).

Kegiatan dosen tamu ini dilaksanakan sebagai bagian dari penguatan integrasi antara teori dan praktik dalam dunia pendidikan, khususnya dalam pengembangan metode pembelajaran fikih di madrasah dan sekolah. Mahasiswa mendapatkan kesempatan langka untuk berdialog langsung dengan kepala madrasah yang juga seorang akademisi.

Dalam pemaparannya, Dr. Waris Masuara membahas pentingnya strategi pembelajaran fikih yang kontekstual dan aplikatif. Menurutnya, fikih tidak cukup hanya disampaikan secara tekstual, tetapi harus dihadirkan dalam bentuk yang relevan dengan kehidupan sehari-hari siswa. Hal ini bertujuan agar siswa tidak hanya memahami hukum, tetapi juga mampu mengamalkannya secara sadar.

Ia juga menekankan pentingnya pendekatan pembelajaran yang melibatkan diskusi, studi kasus, dan praktik langsung sebagai metode yang efektif untuk mengajarkan fikih. “Pembelajaran yang membumi akan lebih mudah diterima peserta didik daripada pendekatan yang hanya menekankan hafalan dan teori,” ujarnya di hadapan mahasiswa.

Kegiatan ini berlangsung secara interaktif, di mana mahasiswa juga diberi kesempatan untuk menyampaikan pandangan, pengalaman, dan pertanyaan seputar dinamika pembelajaran fikih di lapangan. Diskusi tersebut membuka wawasan mahasiswa terhadap realitas pembelajaran di madrasah.

Selain membahas metode, Dr. Waris juga membagikan pengalamannya dalam menyusun perangkat pembelajaran fikih berbasis Kurikulum 2013 dan Kurikulum Merdeka. Ia mencontohkan bagaimana menyusun RPP yang memuat aktivitas yang mengintegrasikan nilai-nilai keislaman dan kearifan lokal Gorontalo.

Dalam sesi selanjutnya, beliau menyampaikan bahwa guru fikih harus menjadi teladan dalam akhlak dan praktik ibadah. Menurutnya, efektivitas pembelajaran fikih tidak hanya ditentukan oleh metode mengajar, tetapi juga oleh keteladanan guru dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan ini disambut antusias oleh mahasiswa, yang merasa mendapat pencerahan langsung dari praktisi pendidikan. Banyak di antara mereka yang menyatakan termotivasi untuk lebih serius dalam menyusun perangkat pembelajaran yang inovatif dan aplikatif.

Dosen pengampu mata kuliah, dalam sambutannya, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mendekatkan mahasiswa pada realitas dunia kerja dan memperluas perspektif mereka dalam mengembangkan pembelajaran PAI, khususnya bidang fikih. Ia berharap kegiatan semacam ini bisa dilakukan secara rutin.

Pada akhir sesi, Dr. Waris Masuara memberikan pesan kepada para calon guru agar terus belajar dan berinovasi. Ia menekankan bahwa tantangan pendidikan Islam ke depan semakin kompleks, sehingga dibutuhkan pendidik yang tidak hanya paham agama, tetapi juga mampu menerapkan pedagogi yang relevan dengan perkembangan zaman.

Dengan terlaksananya kegiatan dosen tamu ini, diharapkan mahasiswa mampu mengimplementasikan wawasan dan pengalaman yang diperoleh dalam praktik lapangan, serta mampu menjadi pendidik fikih yang inspiratif dan membumi di tengah masyarakat.

Kegiatan ini menjadi bukti nyata komitmen Prodi PAI Fakultas Tarbiyah dalam menghadirkan pembelajaran yang kolaboratif, integratif, dan responsif terhadap kebutuhan zaman serta tantangan dunia pendidikan Islam saat ini.