Sebelum masuk sesi acara Focus Group Discussion: Peran UMKM dalam Penyelenggaraan Event Daerah, dosen Prodi PAI berdialog dalam pertemuan singkat di ruang tunggu Hotel Aston bersama pembicara di antaranya: H. Rifli M. Katili AP, S.Sos, M.Ec.Dev. (Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Gorontalo), Titik Wahyuni (Kemenkraf RI), Sykry Botutihe (Asisten 1), dan Muhammad Amir (Wakil Ketum Kadin). Hadir juga sebagai Keynote Speaker Elnino Mohi Anggota Komisi X DPR RI. Kegiatan ini menjadi awal untuk menjajaki kemungkinan kerjasama di bidang edupreneur Prodi PAI ke depan sebagai perwujudan profil lulusan sebab dengan kerjasama ini menambah bobot pelibatan mahasiswa dalam berbagai event yang dilakukan oleh pemerintah.
Kata kunci yang disampaikan oleh Titik Wahyuni Koordinator promosi, publikasi, dan pertemuan intensif Kemenkraf RI dalam kesempatan tersebut bahwa pengelolaan UMKM khususnya destinasi wisata maka konsep dan implementasi kebijakannya adalah: kolaborasi, inovasi dan adaptasi kendati dalam suasana pandemi covid-19 maka diperlukan juga publikasi, destinasi dan digitalisasi. Potensi wisata di Gorontalo menurutnya sangat diminati oleh rakyat Indonesia melalui promosi dan sosialisasi di media.

Asisten I Bidang Pemerintahan Setda Provinsi Gorontalo Syukri Botutihe meminta agar semua pihak mendorong geliat ekonomi yang sulit di era pandemi dengan berbuat sesuatu agar tidak lebih parah lagi kendati diakui bahwa semua elemen sdh berbuat khususnya di Gorontalo. UMKM butuh wadah (events) dalam menumbuhkembangkan aktivitas ekonomi masyarakat dan sebaliknya. Apalagi UMKM di Gorontalo kurang lebih 70 persen adalah penggerak ekonomi rakyat.
Destinasi di Gorontalo diakui oleh kadis Pariwisata Prov. Gorontalo tidak kalah dengan di tempat lain. Dicontohkannya adalah pantai Olele yang punya keunikan tersendiri baik itu ikannya maupun karangnya. Begitu juga dengan wisata hiu paus mudah diakses dan satu dari empat destinasi semacam ini di Indonesia. Pulau cinta, lombongo, benteng otanaha, desa wisata bongo juga menjadi destinasi yg menarik dikunjungi. Kurang lebih 120 destinasi wisata di Prov. Gorontalo dan sekitar 20 yang menjadi unggulan. Hanya perlu ditunjang oleh infrastruktur daerah agar mudah diakses dan peningkatan sumber daya manusia. Salah satu yg menjadi program prioritas Pemprov. Gorontalo adalah pariwisata yg lebih mendunia.

Menurut dosen yang mengikuti kegiatan tersebut sangat penting untuk mengenal destinasi wisata di Gorontalo bagi dosen dan mahasiswa guna memberdayakan potensi yang dimiliki untuk kesejahteraan sosial. “kita sebagai akademisi penting mengikuti kegiatan semacam ini agar terasah kemampuan di bidang kewirausahaan dan memudahkan kerjasama untuk memperkuat profil lulusan Prodi PAI di bidang edupreneur. Semoga terwujud.