Info mengandung kisah inspirasi kali ini mengulas kunjungan dosen Prodi PAI yang membuka jalan untuk kerjasama karena diperoleh informasi tentang kerja keras ust. Ir. Yusuf Gani, sarjana pertanian Univ. Brawijaya ini dalam mengembangkan pesantren wirausaha satu-satunya di Provinsi Gorontalo. Info ini diperoleh langsung dari hasil kunjungan ke pondok pesantren ini bersama Drs. Ismail Puhi, M.A., Sunaryo Usman, M.Pd. dan Dr. Yusran Zainuddin, M.Si. Pondok pesantren ini berada di bawah Yayasan Sirojul Mukhlasin (Yasmu) Payaman Cabang Gorontalo.

Ketika memasuki halaman pondok di dalamnya selain berdiri kelas, aula, kamar santri, dan fasilitas lainnya juga terdapat beberapa usaha mandiri seperti rumah walet, pertanian, budidaya ikan lele, dan hidroponik. Menurut pengakuan pimpinan pondok bahwa awalnya usaha ini dirintis atas biaya sendiri namun setelah berkembang mulai dilirik oleh beberapa dinas terkait dan Bank Indonesia. Menariknya lagi pimpinannya selain alumni Pondok Pesantren juga alumni pertanian Universitas Brawijaya dan pernah menuntut ilmu ke Mekkah.

Sebagai bangsa dan negara yang memiliki jumlah pemeluk agama Islam terbesar di dunia, kita wajib bersyukur dengan keberadaan pondok pesantren khususnya yg berbasis kewirausahaan. Kendati boleh dibilang telah lama berdiri yakni 2016, tetapi hingga kini keberadaannya baru diketahui namun tampaknya kini kian mewarnai kehidupan beragama dan pendidikan Islam dengan pengelolaan berbasis kemandirian dan kewirausahaan sehingga tdk terlalu banyak bergantung pd santri dalam hal pembiayaannya.

Terkait umat Islam termasuk Gorontalo saat ini hampir tidak bisa dipisahkan dengan pondok pesantren. Hal ini karena setiap berbicara tentang pengembangan agama Islam di Indonesia, peran pondok pesantren selalu berada di posisi terdepan. Demikian juga setiap ada kajian-kajian keislaman, tokoh-tokoh yg tampil, baik mengajar, memberikan pencerahan dan yg dianggap memiliki otoritas keilmuan pasti juga berasal dari pondok pesantren. Namun yg berbeda kali ini tampil dengan skill yg ditularkan kepada santri selain dituntut utk menghafal Qur’an satu tahun lima juzz.

Selama ini pondok pesantren selalu dikaitkan dengan lembaga pendidikan pendalaman agama (tafaquh fiddin). Anggapan ini memang tidak salah karena sebagian besar pondok pesantren memiliki fokus dan inti garapannya adalah masalah ini. Namun demikian, pondok pesantren yg satu ini meski inti aktivitasnya seperti itu, tetapi ada branding atau image lain yg dipersepsi masyarakat. Saat ini berkembang branding tambahan pada pondok pesantren ini seperti pondok tahfidz, pondok teknologi, pondok wirausaha atau entrepreneurship.

Pondok ini memilik trade-mark Pesantren Wirausaha (Pondok Entrepreneurship) yg berlokasi di Desa Talumelito Kec. Telaga Biru Kabupaten Gorontalo. Pondok ini sejak awal berdiri tdk hanya fokus untuk pendalaman ilmu-ilmu agama Islam namun juga pada skill kewirausahaan yg dilatihkan kepada santri. Beberapa program pendidikan yg dikembangkan adalah SMK Al-Qur’an, Bahasa dan Dakwah, SMP Plus Tahfidzul Quran dan kerja paket B, dan program Daurah Sarjana (program alim ulama utk sarjana S1 dan S2 melalui pertukaran santri/pengkaderan.