Pada tanggal 13 Februari 2023 pukul 08.00- 12.30 dosen Prodi Pendidikan Agama Islam Dr. Burhanuddin Mantau, M.Pd.I., memberikan kuliah umum dengan judul Mencari Format Membangun Karakter Bangsa Melalui Pendidikan di Madrasah. Kegiatan kuliah umum ini dilaksanakan di Aula Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan IAIN Sultan Amai Gorontalo. Pada kesempatan kali ini unsur pimpinan yang hadir adalah Dr. H. Said Subhan Posangi, M.Pd.I., Dekan FITK, Dr. Herson Anwar, M.Pd. Wakil Dekan 1, Dr. Lian G. Otaya, M.Pd., Wakil Dekan II, dan Dr. Damhuri, M.Ag., Wakil Dekan III Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan IAIN Sultan Amai Gorontalo. Turut hadir seluruh Kaprodi, Sekrpodi, seluruh dosen dan tendik serta mahasiswa di lingkungan FITK.

Dalam penjelasannya, Dr. Burhanudin A.K. Mantau, M.Pd.I., memaparkan bahwa Dari berbagai hasil penelitian ditemukan distingsi keunggulan Madrasah dibandingkan sekolah umum yaitu: Pertama, Madrasah memiliki akar sejarah yang kuat dalam filosofi pendidikan Indonesia untuk mentransmisikan nilai-nilai keislaman memenuhi kebutuhan modernisasi Pendidikan. Kedua, Madrasah menjadikan iman sebagai core dalam penyelenggaraan pendidikannya dengan tujuan utama mengantarkan peserta didik menjadi manusia yang beriman dan bertakwa, berakhlak mulia, berkepribadian, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, serta mampu mengaktualisasikan diri dalam kehidupan bermasyarakat berbangsa. Ketiga, Madrasah adalah contoh lembaga pendidikan yang tidak hanya berfokus pada pengetahuan yang sifatnya spiritual atau keagamaan saja namun juga pada aspek kecerdasan akademik yang menekankan prestasi peserta didik sebagai ukuran akademik tetapi aksentuasi pada pengetahuan keagamaan lebih diutamakan. Keempat, Madrasah menyediakan nilai dan norma kesolehan sebagai alat untuk melawan pengaruh negatif arus globalisasi dan sebagai jawaban terhadap tuntutan pendidikan dalam keluarga

Menurutnya terdapat beberapa alternatif yang dapat ditawarkan yang menjadi format membangun karakter bangsa yaitu: Pendidikan Karakter: Pengembangan nilai-nilai karakter dalam Penguatan Karakter di Indonesia. Live long Education (John Deway), jauh sebelumnya sudah ada konsep tersebut dalam pendidikan Islam, hanya penerapannya masih jauh dari harapan. Pendidikan Multikultural dengan konsep Bhineka Tunggal Ika mengharuskan dijalankkannya pendidikan yang berorientasi pada kebutuhan Peserta Didik & Teknologi Informasi (Merdeka Belajar)/ Humnis-Religius

Selama proses kuliah umum ini, mahasiswa sangat antusias. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya sesi tanya jawab seusai Dr. Burhanudin A.K. Mantau, M.Pd.I., memberikan materi. Ketua Jurusan PAI Dr. Najamuddin Petta Solong, M.Ag. dalam kesempatan ini berharap kedepan dengan pelaksanaan perkuliahan umum ini adalah mahasiswa dapat memberikan sumbangsih pemikiran dan tindakan agar pendidikan karakter bangsa melalui pendidikan budaya dan religious dapat terwujud. “Saya berharap kuliah umum bukan sekedar menjadi ajang ceremonial semata namun yang penting adalah mampu memberikan kesempatan kepada mahasiswa maupun dosen untuk sharing ide dan pemikiran untuk membangun karakter di negeri tercinta ini bahkan bila perlu dibukukan agar ide-ide yang berkembang dalam kuliah umum dapat dipublikasikan kepada khalayak”, ungkap Najamuddin.