Jumat, 11 Juni 2021 Program Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) di MTs Negeri 1 Kota Gorontalo menjadi ajang berharga bagi mahasiswa Prodi Pendidikan Agama Islam (PAI) untuk mengasah kemampuannya dalam menyusun perangkat pembelajaran. Dalam kegiatan tersebut, pihak madrasah menghadirkan Luki Husin, M.Pd., yang juga salah satu guru di MTs Negeri 1 Kota Gorontalo. Kehadiran beliau disambut antusias oleh seluruh mahasiswa praktikan karena dinilai dapat menambah pemahamannya tentang proses penyusunan perangkat pembelajaran PAI secara profesional.
Luki Husin, M.Pd., memberikan arahan langsung terkait penyusunan berbagai perangkat pembelajaran, mulai dari Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), Silabus, Program Semester (Promes), hingga Program Tahunan (Prota). Ia menekankan bahwa setiap perangkat pembelajaran harus disusun secara sistematis, relevan, dan kontekstual dengan kebutuhan peserta didik.
Menurutnya, guru PAI harus cermat dalam menyusun perangkat pembelajaran karena hal ini menjadi acuan utama dalam proses belajar-mengajar di kelas. “Perangkat pembelajaran adalah peta jalan seorang guru. Tanpa perangkat yang terstruktur dan terencana, proses pembelajaran akan kehilangan arah,” ungkapnya di hadapan mahasiswa.
Dalam sesi bimbingan tersebut, Luki Husin juga membagikan pengalamannya sebagai guru dalam menyusun dan mengembangkan rencana pembelajaran. Ia menjelaskan standar kualitas yang harus dipenuhi dalam penyusunan perangkat, termasuk pemilihan materi ajar, penetapan tujuan pembelajaran, penentuan metode, dan pengembangan evaluasi.
Para mahasiswa tampak serius mengikuti penjelasan tersebut. Beberapa di antaranya bahkan aktif bertanya mengenai cara menyesuaikan RPP Kurikulum Merdeka dengan kebutuhan pembelajaran PAI di tingkat madrasah tsanawiyah. Luki Husin pun memberikan jawaban dengan rinci disertai contoh nyata di lapangan.
Lebih lanjut, beliau mengingatkan pentingnya integrasi nilai-nilai karakter dalam setiap kegiatan pembelajaran PAI. Menurutnya, guru PAI harus mampu menanamkan nilai religiusitas, tanggung jawab, dan toleransi dalam setiap proses pembelajaran yang dirancang.
Kegiatan ini juga memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mempresentasikan rancangan perangkat pembelajaran yang telah mereka buat. Luki Husin memberikan evaluasi dan masukan secara langsung, sehingga mahasiswa dapat mengetahui kelebihan dan kekurangan dari perangkat yang telah disusun.
Mahasiswa PPL merasa sangat terbantu dengan bimbingan langsung dalam bentuk kuliah tamu tersebut. “Kami jadi lebih paham teknik dan trik menyusun perangkat pembelajaran yang tidak hanya lengkap secara administrasi, tetapi juga bermakna secara pedagogis,” ujar salah satu peserta PPL.
Di akhir sesi, Luki Husin, M.Pd., memberikan motivasi kepada seluruh mahasiswa agar selalu mengembangkan kemampuan profesional mereka, khususnya dalam penyusunan perangkat pembelajaran. Ia juga berpesan agar mahasiswa selalu terbuka terhadap kritik dan saran dari rekan sejawat maupun kepala madrasah di tempat mereka bertugas kelak.
Pihak madrasah dan dosen pembimbing lapangan turut mengapresiasi kegiatan bimbingan ini karena mampu meningkatkan kesiapan mahasiswa dalam menghadapi tugas-tugas guru PAI secara nyata di masa depan. Sinergi antara pihak kampus dan madrasah ini diharapkan dapat terus terjalin di tahun-tahun berikutnya.
Dengan selesainya kegiatan ini, para mahasiswa PPL semakin mantap melangkah untuk menyelesaikan tugas-tugas lapangan mereka, khususnya dalam hal perencanaan pembelajaran yang efektif, inovatif, dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik madrasah. Di sela kegiatan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) di Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 1 Kota Gorontalo mahasiswa Prodi PAI juga membagikan sebanyak 90 kue dus kepada keluarga besar madrasah.