Sebagai bagian dari implementasi kerjasama antara Jurusan Pendidikan Agama Islam dengan Majelis Pengkajian Tauhid Tasawuf Asia Tenggara Pimpinan Abuya Syekh Amran Waly al-Khalidi adalah dengan memberikan kesempatan kepada dosen dan mahasiswa untuk terlibat dalam berbagai kegiatan keagamaan baik sebagai narasumber, panitia, dan peserta.
Pentingnya kegiatan keagamaan semacam Muzakarah Pengkaderan Tauhid Tasawuf/Kesufian dan Silaturahmi Ulama Sufi se-Asia Tenggara ke – IX digelar selama tiga hari di Luwuk Banggai dari tanggal 2 s.d. 4 Juli 2024 dengan keterlibatan akademisi dalam menyukseskan agenda internasional semacam ini disebabkan karena dosen Prodi PAI Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan IAIN Sultan Amai Gorontalo juga dituntut untuk melakukan tugas pengabdian kepada masyarakat yang berbasis keagamaan dan kemanusiaan.

Menurut Prof. Nelson Pomalingo, M.Pd., Bupati Gorontalo yang turut hadir dalam kegiatan ini menyambut baik karena dalam pandangannya, ummat perlu kembali berpegang kepada tali yang satu yang bersambung teguh kepada manhaj yang dibawa oleh Rasulullah SAW dan para pewarisnya yang hak. “Ummat harus diajak kepada agama yang hak agar bisa merasakan nikmatnya beragama karena dituntun oleh seorang mursyid yang kamil mukammil melalui bimbingan rohani termasuk pada kegiatan ini sehingga dirinya jauh dari Gorontalo ke Luwuk karena merasa banyak yang kurang pada diri ini terutama aspek kerohanian”, tuturnya.
Nelson mengatakan, muzakarah ke 9 akan melahirkan rekomendasi yang dapat meningkatkan keimanan sebagaimana pada pelaksanaan sebelumnya di Kabupaten Gorontalo. Muzakarah ini, kata Nelson, akan dihadiri ulama-ulama dari berbagai negara, Syiria, Malaysia, dan guru besar tasawuf dari UIN Surabaya dan akademisi dari IAIN Sultan Amai Gorontalo.
“Muzakarah akan dibuka langsung oleh Abuya Syekh H. Amran Waly Al-Khalidi, pimpinan Majelis Pengkajian Tauhid Tasawuf Asia Tenggara. Peserta akan datang dari berbagai daerah di Indonesia seperti Jakarta, Aceh, Sumut, Batam, Padang, dan dari Indonesia Timur seperti Ternate dan Gorontalo,” jelas Nelson. Sebagai Ketua Dewan Penasihat, Nelson mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Banggai atas dukungan penuh terhadap kegiatan ini. “Terima kasih atas dukungan Pemerintah Kabupaten Banggai sehingga muzakarah ke-9 dapat dilaksanakan di sini,” tandas Nelson.

Dr. Najamuddin Petta Solong, M.Ag. ketua Jurusan PAI mengakui sejak tahun 2017 sudah terlibat dalam kegiatan keagamaan dan kesufian karena menurutnya amat penting bagi semua kalangan terlebih lagi dalam menghadapi gejolak politik dan geopolitik yang amat mencengkam pada masa ini. “Ancaman ini harus dihadapi dengan tenang, penuh hikmah di dalam mengembangkan usaha dakwah, tidak kaku di dalam menjawab permasalahan semasa ummat, menggunakan apa saja sumber yang ada untuk merubah masyarakat, agar akhirnya masyarakat dan institusinya kembali kepada garis-garis besar agama menurut peranan dan fungsi masing-masing”, ungkapnya.