Pelaksanaan PPL berlangsung selama 52 hari di masing-masing sekolah/madrasah tempatnya mengajar. Kegiatan ini diawali dengan pembekalan mahasiswa PPL pada tanggal 4 dan 5 sepetember 2023 serta dilanjutkan pengantaran mahasiswa PPL pada tanggal 6 september. pengantaran ini dilaksanakan langsung oleh masing-masing dosen pembimbing secara serentak. Ketua panitia PPL Dr. Damhuri, M.Ag. sekaligus Wadek 3 berharap agar mahasiswa yang dilepas ke sekolah dan madrasah yang ada di Kabupaten Gorontalo dan Kota Gorontalo berjalan dengan lancar dan kelak tidak hanya melaksanakan pembelajaran di kelas saja, tetapi berbagai kegiatan pendamping juga dilaksanakan, seperti seminar, pelatihan, ekstra kurikuler keagamaan, pengelolaan administrasi, pembinaan baca tulis al-Qur’an yang melibatkan siswa maupun guru.

Terdapat 50 sekolah dan madrasah yang menjadi tempat PPL dan sudah didampingi oleh masing-masing sekolah dan madrasah satu orang dosen pembimbing lapangan dan guru pamong. Ketua jurusan PAI sekaligus dosen pembimbing lapangan turut mengantarkan mahasiswa ke MTs. Al-Ishah Kota Gorontalo yang diterima langsung oleh kepala madrasah. Kepala madrasah mengakui bahwa sejak berdiri dari tahun 2011 baru dua kali menerima mahasiswa PPL yakni tahun sebelumnya dan tahun ini sehingga dirinya sangat bersyukur kembali terpilih sebagai tempat PPL tahun ini. Selain berlatih dan mengasah kemampuan dan skillnya mahasiswa PPL juga diharapkan dapet berkontribusi terhadap kemajuan madrasah ini.

Setelah selesai kegiatan PPL mahasiswa akan ditarik kembali untuk melanjutkan studi di kampus IAIN Sultan Amai Gorontalo. Penarikan mahasiswa PPL dilaksanakan pada tanggal 27 oktober 2023 oleh Dosen Pembimbing Lapangan serta akan diikuti dengan penyerahan kenang-kenagan dari pihak IAIN Sultan Amai Gorontalo nantinya
Adanya kerjasama dengan sekolah maupun madrasah diharapkan mahasiswa paham tugas dan tanggungjawab sebagai pendidik, serta mempunyai pengalaman yang lebih dalam mengajar. Harapan ketua jurusan PAI semoga dari tahun ke tahun semakin banyak sekolah dan madrasah yang bekerjasama dengan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan. Berbagai kelemahan dan kekurangan dalam kerjasama ini akan menjadi masukan bagi perbaikan ke depan.
Salah satu yang perlu diperhatikan dalam kegiatan PPL ini adalah kedisiplinan mahasiswa mengikuti aturan dan kebijakan yang berlaku. Kendati diakui oleh mahasiswa PPL bahwa selama ini sudah pernah mengikuti kegiatan serupa pada semester sebelumnya yakni PLP (Praktek Lapangan Persekolahan) I dan II namun terkadang masih sulit menyesuaikan dengan jam masuk pukul 7.00 dan pulang jam 16.00 dan karena mahasiswa kos di Limboto dekat kampus 2 namun karena lokasi PPL agak jauh sehingga harus mencari kos kembali di dekat sekolah/madrasah. Inilah di antara tantangan yang mesti dihadapi dan disikapi secara bijak oleh mahasiswa dan pihak terkait lainnya.