Kedatangan Dr. Ahmad Fakhrurrazi dosen Universitas Kebangsaan Malaysia terkait beberapa agenda yang dilaksanakan di Jurusan Pendidikan Agama Islam Gorontalo sejak tanggal 24 Desember 2023 dilanjutkan dengan pengabdian kepada Masyarakat di beberapa pondok pesantren yang ada di Sulawesi Utara bersama ketua jurusan PAI pada tanggal 29 Desember 2023 sampai dengan 1 Januari 2024. Beberapa pondok pesantren tersebut adalah Pondok Pesantren Manzili Salikin di Likupang II Minahasa Utara, Pondok Pesantren Shirathal Mustaqim Desa Maen Minahasa Utara, dan Pondok Pesantren Baitul Inabah Banjer Manado. Beberapa tokoh agama yang ditemui di antaranya adalah KH. Anshari Abasi, KH. Abun Muslim Blongkod, dan KH. Ahmad Datau.

Agenda yang dilakukan selain silaturahmi dengan ulama atau pimpinan pondok dan santri juga masyarakat muslim di lingkungan setempat. Kegiatan yang dilakukan adalah memberikan tausiyah pada kegiatan Zikir Akbar Akhir Tahun menyambut pergantian tahun 2023 ke 2024. Sambutan disampaikan oleh Dr. Djafar Alkatiri anggota DPD RI menyempatkan diri membersamai menyibukkan diri dengan khauf dan raja di tahun baru ini melalui jalan dakwah dan zikir pergantian tahun di Manado. Menurutnya, pergantian tahun yang dilakukan diisi dengan zikir dan shalawat akan berdampak positif bagi diri dan lingkungan dalam menciptakan religiusitas masyarakat. Tausiyah menyejukkan pun diberikan oleh Dr. Ahmad Fakhrurrazi Dosen Universitas Kebangsaan Malaysia yang mengajak jamaah untuk senantiasa meningkatkan rasa cinta kepada Allah dan Rasulullah dengan membiasakan shalawat dan amalan lain atas dasar ilmu dan bimbingan guru rohani. “Semoga amalan yang dilakukan ini diredhaiNya dan beroleh petunjuk serta nusrah Allah SWT dalam menyambung perjuangan Rasulullah” paparnya. Selagi ada naratif kebencian, mana mungkin umat Islam akan bangkit bersama dengan kebangkitan Islam. Menurutnya, Islam agama rahmah maka umat Islam perlu dalam naungan kerahmatan itu. Kerahmatan itu ilustrasi sempurna baginya hanyalah Rasulullah SAW.  Itulah sebabnya, keterhubungan Rohani (Lataif) dengan Baginda sollallahu alayhi wa alihi wa ashabihi wa sallam adalah persiapan setiap mukallaf dalam berhadapan dengan fitnah dan pertempuran Akhir Zaman. “Selagi ada berasa ‘keselesaan’ dalam beramal, maka mana mungkin terdapat Mujahadah, tandasnya.” Akhirnya tausiyah ditutup dengan pesan moral bahwa “dalam konteks hari ini ialah menyebarkan nur mahabbah buat semua individu ummah. Ia boleh berlaku dalam apa sahaja keadaan, selaras dengan keanjalan (murunah) dalam Islam”. Keanjalan (murunah) adalah sebahagian daripada konsep-konsep asas Tasawur Islam dalam perlaksanaan syariat.