Prodi PAI kembali melakukan kegiatan PkM bersama guru dan peserta didik SMA Negeri 2 Limboto Kabupaten Gorontalo di Masjid Baiturrahman Limboto yang pertama. Ketua jurusan menghadirkan mahasiswa Prodi PAI untuk berkolaborasi dengan pihak sekolah, takmirul masjid, dan masyarakat sekitar dalam rangka melaksanakan peringata isra miraj dan halal bi halal. PkM yang dilakukan ini telah memberikan kontribusi positif bagi semua pihak khususnya dalam mewujudkan program bersama untuk meningkatkan iman dan takwa serta silaturahmi.

Menariknya pada kegiatan tersebut menghadirkan Habib Salim al-Jufri Pimpinan Majelis Rasulullah Saw Provinsi Gorontalo yang memberikan tausiyah seputar isra miraj dan halal bi halal. Inti yang disampaikannya selain ajakan kepada jamaah yang mayoritas adalah peserta didik dan mahasiswa untuk belajar dari sejarah masa lalu terutama kisah para Nabi sebagai itibar dalam menghadapi masa depan. Menurutnya, kesuksesan seseorang bukan hanya ditentukan oleh ilmu pengetahuan yang dimilikinya namun yang terpenting adalah mendekatkan diri kepada Allah sebagai sumber kebaikan dan kesuksesan hidup. “Jadi sukses tidak ditentukan oleh banyak ilmu tapi sukses ditentukan karena doa orang tua, karena sedekah yang diberikan, amal yang dilakukan secara istiqamah seperti shalat”, ungkapnya.
Najamuddin Petta Solong selaku ketua jurusan PAI menyatakan kebanggannya kepada mahasiswa yang terlibat sebagai panitia pelaksana karena bukan saja sukses menyelenggarakan kegiatan tersebut namun yang terpenting adalah terjadi kolaborasi yang harmonis dan produktif apalagi dalam mengajak kepada ketaatan sebab saat ini banyaknya gempuran pengaruh negatif yang mengkhawatirkan perkembangan anak di lingkungan pendidikan.

Kepala SMA Negeri 2 Limboto Dr. Hj. Maryam UI, M.Pd. juga menyambut baik kegiatan ini dan berharap ke depan akan terjalin lagi kegiatan serupa karena menurutnya selama memimpin sekolah ini selalu mengadakan kegiatan keagamaan khususnya untuk mengatasi buta huruf dan baca al-Qur’an. Apabila ada yang dites tidak mampu membaca al-Qur’an maka pihaknya selalu mengadakan program keagamaan misalnya dengan mengundang guru ngaji dari kampus atau pondok pesantren untuk menjadi tutor sebaya sehingga masalah ini bisa teratasi dengan baik.