Kegiatan kuliah tamu dalam rangkaian Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) Jumat, 11 Juni 2021 yang dilaksanakan oleh mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) menjadi salah satu agenda penting di MTs Negeri 1 Kota Gorontalo. Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi kurikulum pendidikan tinggi yang bertujuan membekali mahasiswa dengan pengalaman langsung di dunia pendidikan.
Selama kegiatan PPL berlangsung, mahasiswa tidak hanya melakukan praktik mengajar di kelas, tetapi juga mendapatkan berbagai bimbingan dari pihak madrasah. Salah satu kegiatan yang sangat diapresiasi adalah sesi pemberian materi sekaligus bimbingan penyusunan soal evaluasi pembelajaran, yang secara langsung dibimbing oleh Sutarjo Paputungan, M.Pd.
Sutarjo Paputungan diundang menjadi narasumber kuliah tamu dalam rangka memberikan penguatan kompetensi mahasiswa PAI dalam hal perencanaan dan evaluasi pembelajaran. Dalam sesi tersebut, beliau menekankan bahwa penyusunan soal merupakan bagian penting dalam proses pendidikan yang tidak boleh dilakukan secara sembarangan.
Menurutnya, soal yang baik harus mampu mengukur ketercapaian kompetensi siswa sesuai dengan tujuan pembelajaran. Selaku narasumber dirinya mendorong para mahasiswa untuk menyusun soal berdasarkan indikator yang jelas dan mengacu pada taksonomi Bloom, agar hasil evaluasi dapat mencerminkan kemampuan berpikir siswa secara menyeluruh.
Dalam bimbingannya, Sutarjo juga menegaskan bahwa penyusunan soal merupakan salah satu bentuk tanggung jawab etis dan profesional seorang guru. Ia mengingatkan agar mahasiswa tidak membuat soal yang menjebak atau ambigu, karena hal tersebut dapat merugikan peserta didik dan tidak mencerminkan nilai-nilai keadilan dalam pendidikan.
Para mahasiswa menyambut baik kesempatan tersebut. Mereka merasa terbantu dan termotivasi untuk lebih serius dalam menyusun instrumen evaluasi yang berkualitas. Salah satu peserta PPL, Wahyu Ramadhan, mengaku bahwa bimbingan tersebut sangat membuka wawasannya mengenai bagaimana soal bisa menjadi alat ukur yang efektif dalam pembelajaran.
Tidak hanya diberikan teori, mahasiswa juga dilatih secara langsung untuk membuat soal berdasarkan RPP yang mereka susun. Hasil penyusunan soal kemudian dikaji bersama, baik dari aspek kognitif maupun struktur penulisan. Beberapa mahasiswa bahkan berkesempatan untuk mengujicobakan soal tersebut di kelas tempat mereka mengajar.
Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari pembentukan karakter pendidik yang profesional. Sutarjo berharap agar mahasiswa PAI tidak hanya mampu menyampaikan materi dengan baik, tetapi juga memiliki kemampuan dalam mengevaluasi hasil belajar secara objektif dan adil.
Selain itu, beliau juga menekankan pentingnya menyusun soal yang mendorong siswa berpikir kritis dan menerapkan nilai-nilai agama Islam dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini, menurutnya, menjadi tantangan tersendiri dalam pendidikan agama, di mana pemahaman tidak cukup hanya pada aspek teori, melainkan juga pada sikap dan perilaku.
Karjianto selaku kepala sekolah memberikan apresiasi dalam kegiatan ini karena diisi dengan bimbingan penyusunan soal ini menjadi salah satu rangkaian kegiatan PPL yang paling berkesan bagi mahasiswa. Kolaborasi antara institusi pendidikan tinggi dan pihak madrasah dalam kegiatan ini menunjukkan sinergi yang kuat dalam mencetak calon guru yang berkualitas dan berakhlak mulia.
Sebagai penutup kegiatan, mahasiswa mempresentasikan hasil penyusunan soal mereka di hadapan dosen pembimbing dan guru pamong. Dari hasil evaluasi tersebut, sebagian besar mahasiswa dinilai telah memahami prinsip-prinsip dasar penyusunan soal dan mampu menerapkannya dalam praktik pembelajaran di madrasah.
Kuliah tamu yang dilaksanakan sehari penuh ini memberikan kesan tersendiri bagi mahasiswa PAI sehingga dapat membawa pengalaman ini sebagai bekal berharga dalam menjalani profesi guru di masa depan. PPL yang dilaksanakan selama kurang lebih dua bulan di MTs Negeri 1 Kota Gorontalo pun menjadi bukti nyata pentingnya keterlibatan praktisi dalam membentuk kualitas calon pendidik.