Senin, 15 Juni 2026, bertempat di Auditorium Prof. Dr. Suwito Sekolah Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Ahmad Zaenuri, Dosen Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Program Studi Pendidikan Agama Islam IAIN Sultan Amai Gorontalo berhasil mempertahankan Disertasi dengan judul “Adaptasi dan Internalisasi Tradisi Ḥaḍramī serta Hegemoni Ḥabāib pada Pesantren Alkhairaat Sulawesi Tengah” di hadapan sejumlah penguji Sidang Terbuka Promosi Doktor.

Dalam penelitiannya, Zaenuri mengeksplorasi pesantren Alkhairaat—sebagai pesantren Ḥaḍramī terbesar di Indonesia—yang dianggap berhasil melakukan adaptasi dan internalisasi tradisi keagamaan yang memiliki keterhubungan dengan daerah asal pendirinya Sayyid Idrūs bin Sālim Al-Jufrī yaitu Hadhramaut. Lebih lanjut, Zaenuri menjelaskan tradisi tersebut terejawantahkan dalam bentuk adaptasi secara subtantif melalui praktik keagamaan seperti maulid simṭu al-ḍurār dan pembacaan rātib al-haddād. Dua bentuk tradisi dua diadaptasi dari karya ulama Hadhramaut, Habib Alī Al-Habsyī dan Habib Abdullāh bin Alawī Al-Haddāḍ.

Selain secara subtantif, adaptasi tradisi keagamaan Islam ḥaḍramī dalam pesantren Alkhairaat juga dilakukan secara kontekstual dengan penyesuaian terhadap lokalitas. Pelaksanaan tradisi jenis ini terlihat dalam tradisi ḥaul Sayyid Idrūs bin Sālim Al-Jufrī, rauḥaḥ, perayaan iwaḍ dan tarian Jepeng. Sementara secara legitimasi sosial keagamaan, posisi kalangan sayyid dan ḥabāib dalam pesantren Alkhairaat memiliki strata sosial yang tiggi. Pola ini terefleksi dalam tradisi seperti ziarah kubur kepada tokoh-tokoh spiritual serta pemberian ijazah sanad keilmuan, yang keduanya sangat mengandalkan jejaring genealogis yang terhubung kepada ulama-ulama ḥaḍramī.

Disertasi tersebut diujikan di hadapan sejumlah guru besar seperti Prof. Dr. Zulkifli, MA (Direktur Sekolah Pascasarjana yang sekaligus Promotor I), Prof. Muhammad Zuhdi, M.Ed., Ph.D (Promotor II), Prof. Dr. Rusli, M.Soc.Sc, Prof. Dr. Hamid Nasuki, M.Ag. dan Prof. Dr. Suwendi, M.Ag. Melalui Sidang Terbuka tersebut Ahmad Zaenuri dikukuhkan sebagai Doktor ke- 1683 Sekolah Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Setelah melalui proses presentasi, pendalaman akademik, dan tanya jawab bersama dewan penguji, Ahmad Zaenuri dinyatakan berhasil mempertahankan disertasinya. Melalui Sidang Terbuka Promosi Doktor tersebut, ia resmi dikukuhkan menjadi doktor ke-1.683 dari Sekolah Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Pencapaian ini menjadi kontribusi penting bagi pengembangan kajian pendidikan Islam, tradisi keagamaan Ḥaḍramī, otoritas ḥabāib, serta dinamika pesantren di Indonesia. Keberhasilan tersebut semakin mengukuhkan keunggulan Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) FITK IAIN Sultan Amai Gorontalo yang telah meraih predikat Unggul, melalui peningkatan kualitas sumber daya dosen, penguatan budaya akademik, produktivitas penelitian, dan rekognisi ilmiah di tingkat nasional maupun internasional. Capaian ini diharapkan menjadi inspirasi bagi sivitas akademika untuk terus menghasilkan karya ilmiah yang berkualitas serta memperluas jejaring kolaborasi dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan pendidikan Islam.