
Banjarmasin, 14/8/2026. Dua mahasiswi Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) UIN Sultan Amai Gorontalo, Gesika Avelina dan Difya Nurpratiwi Moha, berhasil menorehkan prestasi pada rangkaian kegiatan FORDETAK (Forum Dekan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan) UIN/IAIN/STAIN se-Indonesia Tahun 2026 yang berlangsung pada 12–14 Agustus 2026 di Banjarmasin. Prestasi tersebut menjadi capaian awal yang membanggakan bagi mahasiswa Program Studi PAI setelah IAIN Sultan Amai Gorontalo beralih status menjadi UIN Sultan Amai Gorontalo. Berdasarkan Sertifikat Penghargaan Nomor 085/B/FORDETAK/VIII/2026, penghargaan diberikan dalam rangkaian lomba ketarbiyahan kegiatan FORDETAK Tahun 2026. Dalam kegiatan yang diselenggarakan secara daring tersebut, Gesika Avelina berhasil meraih Terbaik 1 Lomba Esai Kependidikan bagi Mahasiswa Tingkat Nasional, sedangkan Difya Nurpratiwi Moha meraih Terbaik 2 Lomba Membaca Puisi. Kedua capaian tersebut menunjukkan kemampuan mahasiswa PAI dalam berkompetisi pada tingkat nasional, baik dalam bidang kepenulisan maupun seni dan sastra.
Ketua Program Studi PAI, Rinaldi Datunsolang, M.Pd., menyampaikan apresiasi dan rasa bangga atas prestasi yang diraih Gesika dan Difya. Menurutnya, capaian tersebut menjadi bukti bahwa mahasiswa PAI memiliki potensi dan kemampuan untuk berkompetisi serta mengharumkan nama almamater pada tingkat nasional. Ia berharap prestasi ini dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa PAI lainnya untuk terus mengembangkan potensi dan berani mengambil kesempatan dalam berbagai kompetisi. Apresiasi serupa disampaikan Sekretaris Program Studi PAI, Dr. Nur Wahidah Thayib Pido, M.Pd. Ia mengungkapkan bahwa prestasi kedua mahasiswa tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi Prodi PAI, terlebih karena diraih pada momentum awal perjalanan UIN Sultan Amai Gorontalo. Ia berharap capaian Gesika dan Difya dapat menginspirasi mahasiswa lainnya untuk aktif mengembangkan kemampuan akademik, kreativitas, dan keterampilan di berbagai bidang.
Keberhasilan Gesika dan Difya menjadi momentum penting bagi Prodi PAI dalam mengawali perjalanan akademik di bawah nama UIN Sultan Amai Gorontalo. Prestasi tersebut tidak hanya menjadi kebanggaan bagi kedua mahasiswa, tetapi juga turut memperkuat eksistensi dan reputasi Prodi PAI di tingkat nasional. Capaian ini sekaligus menunjukkan bahwa perubahan status kelembagaan menuju UIN Sultan Amai Gorontalo diiringi dengan semangat mahasiswa untuk terus berprestasi. Bagi Prodi PAI, prestasi nasional tersebut diharapkan menjadi motivasi bagi mahasiswa lainnya untuk aktif mengikuti berbagai kompetisi akademik maupun nonakademik, mengembangkan potensi diri, serta membawa nama baik almamater di tingkat nasional maupun internasional.