painews. Sejumlah pengurus BEM Institute  IAIN Sultan Amai Gorontalo melakukan aksi di depan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan IAIN Sultan Amai Gorontalo, Jum’at 11 Januari 2019. Aksi yang dipimpin langsung oleh Presiden BEM  Agung Datau dan Sekjen Toan Barusi  menyuarakan aspirasi sejumlah mahasiswa yang mengeluhkan pembiayaan PLP. “..kami berharap kepada pimpinan fakultas dan jurusan agar mempertimbangkan pembiayaan kepada mahasiswa..” . Dekan   Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan IAIN Sultan Amai Gorontalo Dr. H Lukman Arsyad saat di temui mengatakan bahwa PLP bagi  FITK adalah  salah satu Mata kuliah WAJIB bersyarat sebagai konsekuensi Pemberlakukan Kurikulum berbasis Kompetensi Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KBK-KKNI) jadi pembiayaannya ditanggung sepenuhnya oleh mahasiswa, meskipun demikian kami tetap mengusulkan agar pembiayaan ini masuk dalam DIPA IAIN.  Di tempat yang sama Rektor IAIN Sultan Amai Gorontalo Dr. H Lahaji yang ditemui sejumlah mahasiswa menyampaikan bahwa usulan masuknya PLP ke dana DIPA dihadapkan pada Keterbatasan Dana yang tersedia. Jadi solusinya diserahkan sepenuhnya pada mekanisme pada tingkat fakultas dan Jurusan. Hal ini di amini oleh Razak Umar yang turut hadir dalam Dialog dengan mahasiswa bersama Wakil Rektor III Dr. Mujahid Dampolii.M.Pd.