Seminar Nasional yang berlangsung di aula FITK pada hari senin, 25 September 2023 yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Jurusan PAI bekerjasama dengan Ikatan Alumni Jurusan PAI dibuka langsung oleh rektor yang diwakili oleh Wakil Rektor 2 Dr. Mujahid Damopolii, M.Pd. Pada acara pembukaan dengan MC: Geischa Cicilia Mokoagow, Kalam Ilahi: Qori: Fahmi, dilanjutkan menyanyikan lagu Indonesia Raya dipandu oleh Kamila Nangune. Laporan Panitia disampaikan oleh Ahmad Rohim Paputungan (Ketua Panitia) yang dilanjutkan dengan Sambutan Ketua IKA Alumni Jurusan PAI Muh. Risky Mokodompit, M.Pd., dilanjutkan dengan Sambutan Dekan FITK Dr. Said Subhan Posangi, M.Pd. serta Sambutan Rektor sekaligus Membuka Acara. Pembukaan ditutup dengan pembacaan doa oleh Khamsun Hidayat. Pada acara istrahat ditampilkan Pagelaran Seni dari Mahasiswa Jurusan PAI.


Dalam sambutannya rektor yang diwakili warek 2 ini mengharapkan keterlibatan alumni dan stakholder dalam pendidikan unggul sudah harus menjadi prioritas sebab tidak akan berjalan dengan baik suatu program pendidikan dan akreditasi tanpa dukungan dari semua pihak. Sebelumnya Dekan FITK Dr. Said Subhan Posangi, M.Pd.I., dalam sambutannya mengapresiasi kegiatan semacam ini karena stakeholder adalah penting dalam memudahkan dan meningkatkan peringkat akreditasi. Bahkan menurutnya alumni kita akan sangat ditentukan penerimaannya di masyarakat dalam dunia kerja bergantung kepada penilaian stakeholder khususnya pemerintah daerah. Narasumber 1 dalam seminar nasional: Kontribusi Stakeholder Untuk Pendidikan Unggul adalah Dra. Hj. Ida Syahidah Rusli Habibie, M.H. (Anggota DPR RI Periode 2019-2024) yang membawakan Sub Tema: Arah Kebijakan Politik Menuju Pendidikan Unggul. Ulasan narasumber banyak menyoroti program yang telah dan akan dilakukan oleh pemerintah khususnya kementerian agama sebagai mitra kerja pendidikan keagamaan di antaranya adalah pemberian bantuan beasiswa dan bantuan lainnya ke lembaga pendidikan khususnya madrasah di Provinsi Gorontalo. Narasumber kedua adalah Dr. Najamuddin Petta Solong, M.Ag. (Ketua Jurusan PAI) yang mengangkat tema peranan stakeholder dalam mewujudkan pendidikan unggul.

Secara singkat dipaparkan bahwa yang dimaksud dengan stakholder bukan hanya yang berdomisili di dalam negeri tetapi juga bisa dari luar negeri karena untuk dapat berdaya saing diperlukan kerjasama dengan pihak luar negeri misalnya dalam hal studi mahasiswa luar negeri ke Jurusan PAI sangat diperlukan. Begitu pula dengan media komunikasi yang dapat menghubungkan ide dan pemikiran antar perguruan tinggi di dalam dan di luar negeri seperti adanya podcast. Itulah sebabnya tidak berlebihan jika dikatakan bahwa stakholder adalah kunci keberhasilan pendidikan atau maju mundurnya pendidikan sangat ditentukan oleh stakeholder. Narasumber lainnya adalah Dr. H. Rommy Bau, M.Pd.I. (Ketua Perkumpulan Guru Madrasah Nasional Indonesia Provinsi Gorontalo) mengulas Sub Tema: Tata Kelola Stakeholder Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Madrasah. Uraian materinya lebih banyak dalam bentuk contoh pengalaman dalam mengembangkan pendidikan di MAN 1 Kabupaten Gorontalo yang dipimpinnnya sebagai madrasah keagamaan dan keterampilan yang telah banyak meraih prestasi di berbagai bidang baik di tingkat lokal, nasional dan internasional. Selanjutnya narasumber terakhir adalah Dr. H. Masjrul Janto Usman, M.Pd., (Ketua Tim Kerja Kurikulum dan Kesiswaan Kanwil Kemenag Provinsi Gorontalo) membahas sub tema: Strategi Kemitraan Madrasah dengan Stakeholder Untuk Membangun Pendidikan Unggul.

Banyak hal yang diulas oleh narasumber keempat khususnya menyangkut program kementerian agama saat ini untuk menguatkan posisi madrasah sebagai lembaga pendidikan berstandar internasional yang tidak kalah dengan sekolah umum misalnya dengan pembagian peran setiap madrasah baik sebagai madrasah akademik, madrasah keagamaan, madrasah keterampilan, sehingga dengan kejelasan posisi tersebut akan menjadikan madrasah fokus pada program unggulannya dan tentu dengan melibatkan stakeholder sebagai mitra dalam setiap program dimaksud. Pada akhir kegiatan dibagikan sertifikat kepada keempat narasumber dan diakhiri dengan sesi foto bersama sebagai dokumentasi kegiatan.